KLIKFAKTA38 – LAMPUNG SELATAN — Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Minggu, 23 Agustus 2026 jam 11.57 Wib. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi susulan menyemburkan kolom abu tebal hingga ketinggian 400 meter di atas puncak gunung (sekitar 557 meter di atas permukaan laut).
Secara teknis, erupsi ini memuntahkan abu vulkanik berwarna kelabu hingga hitam pekat yang bergerak condong ke arah barat daya dan barat laut. Rekaman seismogram menunjukkan amplitudo maksimum letusan mencapai 55 milimeter dengan durasi gempa erupsi selama 139 detik. Peningkatan letusan ini terjadi secara beruntun dalam beberapa hari terakhir, mengonfirmasi kondisi vulkanik gunung yang masih sangat fluktuatif.
(Catatan Klarifikasi: Kolom abu vulkanik tercatat membumbung setinggi 400 meter dari puncak gunung, bukan dengan daya jangkau semburan sejauh 400 km).
Kondisi Terkini dan Imbauan Keselamatan
Status Aktivitas: Gunung Anak Krakatau berada pada tingkat aktivitas yang terus dipantau ketat oleh Pos Pengamatan Gunung Api di Hargopancuran, Lampung Selatan.
Rekomendasi Radius Safe Zone: Masyarakat, wisatawan, maupun nelayan dilarang keras mendekati atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif untuk menghindari potensi lontaran material pijar dan gas berbahaya.
Waspada Abu Vulkanik: Warga di wilayah pesisir Provinsi Banten dan Lampung diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna mengantisipasi paparan sebaran abu vulkanik.
PVMBG dan BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak membagikan berita atau video hoaks, serta menyaring seluruh informasi terkait aktivitas Selat Sunda hanya melalui kanal resmi MAGMA Indonesia dan Badan Geologi.
Abduh Hanif MR


















