KLIKFAKTA38 – JAKARTA — Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang meluas di kawasan Selat Sunda dan sekitarnya berdampak signifikan pada sektor penerbangan nasional. Hingga Senin (7/9/2026), Kementerian Perhubungan bersama otoritas penerbangan AirNav Indonesia mengonfirmasi penutupan sementara operasional 7 bandara demi menjamin keselamatan penerbangan.
Penutupan ini dilakukan setelah pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta paper test di lapangan menunjukkan tingginya konsentrasi abu vulkanik di ruang udara penerbangan yang berisiko membahayakan mesin pesawat.
Daftar 7 Bandara Terdampak Penutupan Sementara:
Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) – Banten
Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) – DKI Jakarta
Bandara Radin Inten II (TKG) – Lampung
Bandara Husein Sastranegara (BDO) – Bandung, Jawa Barat
Bandara Muhammad Taufiq Kiemas (TFY) – Pesisir Barat, Lampung
Bandara Budiarto (CUR) – Curug, Banten
Bandara Pondok Cabe (PCB) – Tangerang Selatan, Banten
(Catatan: Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam yang sempat terdampak kini telah dibuka kembali setelah hasil uji paparan abu vulkanik dinyatakan negatif).
Dampak dan Imbauan Otoritas
Penutupan dua hub penerbangan utama, Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma, memicu pembatalan serta penundaan ribuan penerbangan domestik maupun internasional. Untuk meminimalkan penumpukan dan menjaga mobilitas, beberapa bandara terdekat seperti Bandara Ahmad Yani Semarang dioperasikan hingga 24 jam penuh sebagai penopang penerbangan alternatif.
Otoritas bandara dan pihak maskapai mengimbau para calon penumpang untuk tidak langsung memadati area terminal, melainkan secara aktif memantau status jadwal penerbangan terbaru melalui aplikasi resmi maskapai atau layanan Contact Center terkait sebelum melakukan perjalanan menuju bandara.
Yuyun Iriyanti



















