KLIKFAKTA38 – JAKARTA, 11 September 2026 — Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan program pembuatan rekening bank secara massal yang ditujukan bagi lebih dari 200 juta warga negara berusia 17 tahun ke atas. Dalam program ini, setiap warga akan menerima saldo awal sebesar Rp50.000. Total anggaran yang dialokasikan dari APBN untuk merealisasikan rencana ini diperkirakan mencapai Rp11 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengonfirmasi bahwa skema pembuatan rekening ini akan diintegrasikan langsung dengan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Artinya, seluruh penduduk yang memenuhi syarat usia dan memegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) akan secara otomatis terdaftar.
“Setiap warga yang berusia 17 tahun ke atas nanti otomatis mendapat akun. Kalau dihitung dari 200 juta penduduk dengan saldo awal Rp50.000, kebutuhan anggarannya sekitar Rp11 triliun yang bersumber dari APBN,” ujar Airlangga.
Implementasi dan Fasilitas Layanan
Untuk mendukung eksekusi teknis di lapangan, pemerintah berkolaborasi dengan bank BUMN, khususnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Berikut detail teknis terkait program tersebut:
Akses Dana: Saldo awal sebesar Rp50.000 bersifat aktif dan dapat ditarik atau digunakan langsung oleh pemilik rekening tanpa ada batasan mengendap.
Integrasi Keuangan: Rekening ini dirancang untuk mempermudah penyaluran program bantuan sosial (bansos), insentif pemerintah, serta berbagai transaksi finansial formal.
Inklusi Keuangan: Pemerintah menargetkan peningkatan tingkat literasi dan akses jasa keuangan masyarakat di seluruh pelosok daerah melalui kepemilikan rekening resmi berskala nasional.
Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) saat ini sedang merampungkan regulasi teknisnya. Pelaksanaan pendaftaran dan pembagian rekening akan dilakukan secara bertahap.
Abduh Hanif MR


















