KLIKFAKTA38 – PANDEGLANG — Tim SAR Gabungan yang dipimpin oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menemukan rombongan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Delapan penumpang kapal tersebut berhasil dievakuasi di kawasan perairan Selat Sunda setelah operasi pencarian besar-besaran dikerahkan.
Rombongan yang terdiri dari lima jurnalis foto/video—M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis lepas)—serta tiga awak kapal (nakhoda Warta, ABK Surakman, dan pemandu Heriyanto) bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, sejak Senin (7/9/2026). Komunikasi sempat terputus total tak lama setelah kapal berada di sekitar radius bahaya Gunung Anak Krakatau.
Kronologi & Jalur Operasi SAR
Senin, 7 September 2026 (14.00 WIB): Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan menggunakan speedboat menuju perairan Anak Krakatau.
Senin, 7 September 2026 (15.04 WIB): Kontak terakhir terputus di sekitar area perairan Selat Sunda.
Selasa, 8 September 2026: Basarnas Banten menerima laporan dan langsung mengerahkan KN SAR Tetuka serta RIB-02 ke radius 3,2 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau.
Rabu–Kamis, 9–10 September 2026: Pencarian diperluas hingga 271 mil laut mencakup sektor utara dan barat daya pulau, melibatkan helikopter Dauphin AS365 N3+, kapal KRI TNI AL, Polairud, serta nelayan lokal.
Jumat, 11 September 2026: Tim SAR Gabungan berhasil mendeteksi posisi kapal dan mengevakuasi seluruh penyintas ke Posko SAR Utama di Pantai Carita untuk penanganan medis lebih lanjut.
Pencarian sempat menghadapi kendala cuaca ekstrem dan tingginya paparan abu vulkanik di perairan Selat Sunda. Kendati demikian, pengerahan armada udara dan laut lintas instansi berhasil merampungkan operasi penyelematan tersebut.
Yuyun Iriyanti


















