KLIKFAKTA38 – JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi terjadinya peristiwa gempa bumi berkedalaman dalam (deep earthquake) yang mengguncang wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu (12/9) subuh, pukul 04.23.56 WIB.
Berdasarkan pemutakhiran data rilis resmi BMKG, parameter gempa bumi tercatat memiliki magnitudo M 6,5 dengan kedalaman hiposenter mencapai 368 kilometer. Episenter gempa terletak di laut, tepatnya 6 kilometer arah tenggara Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
Sebelumnya, informasi awal melalui kanal mitigasi bencana mencatat magnitudo sementara M 5,9 pada kedalaman 376 kilometer. Perubahan parameter tersebut merupakan hasil evaluasi analisis pemantauan sinyal seismik yang lebih akurat.
Karakteristik Gempa Dalam
Meskipun pusat gempa berada dekat dengan kawasan ibu kota, kedalaman hiposenter yang nyaris mencapai 400 kilometer membuat mekanisme rambatan gelombang seismik memiliki sifat khas. Karakteristik gempa dalam umumnya tidak memicu guncangan destruktif di dekat episenter sebagaimana gempa dangkal, namun energi getarannya mampu menjalar hingga radius yang sangat luas.
Jangkauan Intensitas Guncangan (Skala MMI)
Peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG mencatat gelombang gempa dirasakan di berbagai wilayah di Pulau Jawa hingga Pulau Sumatra:
Skala III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa seakan ada truk berlalu): Cilacap, Nagrak, dan Kalapanunggal.
Skala II–III MMI: Rancaekek, Lembang, Garut, Bandung, Sukabumi, Cianjur, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, dan Malang.
Wilayah Sumatra: Kota Bengkulu, Sumur, Padang, Mentawai, Pariaman, Solok Selatan, Lemong, Semaka, serta Bengkunat.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat guncangan tersebut. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Yuyun Iriyanti


















