KLIKFAKTA38 – BANJARMASIN, 13 September 2026 — Sebuah kapal motor penumpang yang mengangkut sekitar 240 orang penumpang dan awak rute Surabaya menuju Banjarmasin dilaporkan terbalik dan hilang kontak di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9) dini hari.Insiden tersebut diduga kuat dipicu oleh cuaca buruk dan gelombang tinggi yang menerjang kawasan perairan mendekati Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Banjarmasin, laporan darurat pertama kali diterima pihak otoritas sekitar pukul 04.10 WITA. Sinyal komunikasi terakhir dengan kapal terdeteksi sekitar pukul 02.00 WITA pada jarak sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih.
“Kondisi posisi kapal Virgo saat laporan akhir diterima sudah dalam keadaan terbalik akibat benturan gelombang keras di tengah laut,” ujar perwakilan penanganan insiden setempat.
Operasi Penyelamatan dan Evakuasi Korban
Pasca-terimanya laporan emergency tersebut, Tim SAR Gabungan langsung menerjunkan armada pertolongan menggunakan KN SAR Laksmana 241 beserta kapal-kapal niaga dan tugboat (TB) yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi massal.
Hingga Minggu siang, sejumlah kapal melintas—termasuk TB Mauhaw IX, TB TCP, dan MV Haida—telah berhasil mengevakuasi puluhan hingga seratusan penumpang dan awak dari perairan. Dari total penumpang yang berhasil diangkat dari laut, petugas mengonfirmasi enam korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara ratusan penumpang lainnya masih dalam proses evakuasi dan pencarian intensif oleh tim gabungan.
Posko Darurat Dibuka di Pelabuhan Trisakti
Untuk memfasilitasi penanganan medis awal serta pendataan korban selamat, PT Pelindo bersama pihak Syahbandar (KSOP) Kelas 1 Banjarmasin telah mendirikan Posko Darurat dan Crisis Center di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Puluhan keluarga korban tampak memadati area posko guna menunggu kepastian kondisi sanak keluarga mereka.
Hingga berita ini diturunkan, operasi Search and Rescue (SAR) masih terus diperluas di wilayah perairan Laut Jawa dengan melibatkan berbagai unsur kepolisian air, TNI AL, dan nelayan setempat. Pihak otoritas penerbangan dan maritim mengimbau seluruh pengguna jasa pelayaran untuk terus mewaspadai cuaca ekstrem yang memicu lonjakan gelombang tinggi di perairan sekitar Kalimantan Selatan dan Jawa bagian timur.
Yuyun Iriyanti

















