Lubang raksasa yang disebut tiankeng atau “lubang langit” itu memiliki kedalaman lebih dari 190 meter dan lebar sekitar 300 meter. Di dasar lubang, tim peneliti menemukan hutan lebat dengan pepohonan setinggi lebih dari 40 meter serta ekosistem yang sangat subur dan terisolasi dari dunia luar.
Menurut Chen Lixin, pemimpin tim ekspedisi dari Institut Karst Geologi Cina, kondisi dalam lubang tersebut memungkinkan terbentuknya mikroiklim yang unik. “Kami terkejut melihat betapa lebat dan primitifnya vegetasi di dalam sana. Ini seperti dunia yang benar-benar berbeda,” ujarnya.
Para ilmuwan kini tengah mengkaji flora dan fauna yang ditemukan di dalam lubang tersebut, dan mereka meyakini ada kemungkinan besar ditemukannya spesies baru yang belum pernah tercatat dalam ilmu pengetahuan modern.
Lubang ini adalah salah satu dari sekitar 30 tiankeng yang telah teridentifikasi di kawasan karst Guangxi, yang terkenal dengan lanskap batu gampingnya yang dramatis dan kompleks gua bawah tanah.
Penemuan ini memperkuat posisi Cina sebagai salah satu wilayah terpenting di dunia untuk riset geologi dan keanekaragaman hayati. Eksplorasi dan konservasi lanjutan di kawasan ini kini menjadi prioritas bagi ilmuwan dan pemerintah setempat.
















