KLIKFAKTA38 – BERASTAGI, SUMATERA UTARA — Puluhan siswa SMA Negeri 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan terdekat setelah mengalami gejala mual, muntah, dan pusing massal, Kamis (14/8). Kejadian ini diduga kuat akibat keracunan makanan pasca-mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.
Insiden berawal saat kegiatan belajar mengajar berlangsung usai jam istirahat. Menurut keterangan sejumlah saksi, para siswa menyantap paket makanan yang dibagikan oleh pihak penyedia jasa boga dalam program simulasi/implementasi MBG.
Namun, sekitar 30 hingga 60 menit setelah menyantap hidangan, belasan siswa mulai mengeluhkan keluhan fisik yang serupa.
Kronologi Kejadian dan Penanganan Medis
Pukul 12.30 WIB: Paket makanan MBG dibagikan dan dikonsumsi oleh para siswa di ruang kelas.
Pukul 13.15 WIB: Beberapa siswa kelas XI dan XII mulai mengeluhkan rasa mual hebat, sakit perut melilit, serta pusing.
Pukul 13.45 WIB: Jumlah siswa yang mengeluh bertambah secara signifikan. Pihak sekolah bersama Kepolisian Sektor (Polsek) Berastagi dan instansi terkait langsung mengerahkan kendaraan operasional serta ambulans untuk evakuasi.
Pukul 14.15 WIB: Seluruh korban dievakuasi ke RSUD Kabanjahe dan RSU Amanda Berastagi guna mendapatkan penanganan medis darurat, seperti pemberian cairan infus dan obat anti-mual.
“Awalnya mual sekali usai makan lauk yang dibagikan. Tak lama kemudian teman-teman sekelas juga merasakan hal sama, bahkan ada yang sampai muntah-muntah di koridor,” ujar salah seorang siswa yang dirawat di RSUD Kabanjahe.
Investigasi Polisi dan Dinas Kesehatan
Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Karo bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanah Karo telah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan awal dan tindakan tanggap darurat:
Pihak Terkait Tindakan Utama
Dinas Kesehatan (Dinkes) Mengambil sampel sisa makanan (food specimen) dan muntahan pasien untuk diuji laboratorium di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) / BPOM.
Polres Tanah Karo Mengamankan lokasi dapur penyedia jasa (catering), menyita sampel bahan baku, dan meminta keterangan dari pihak sekolah serta penyedia makanan.
Pihak Sekolah & Pemkab Menghentikan sementara distribusi paket MBG dari vendor terkait hingga hasil investigasi laboratorium keluar secara resmi.
Kepala Dinas Kesehatan setempat mengonfirmasi bahwa kondisi mayoritas siswa saat ini sudah dalam keadaan stabil dan mendapatkan observasi intensif. Pihak kepolisian menegaskan akan menindak tegas apabila ditemukan unsur kelalaian standar higienis dan sanitasi (HACCP) dalam pengolahan hidangan tersebut.

















