Menu

Otomatis
FAKTA TERKINI

Fakta Utama

Anggap Dana Pendidikan ‘Disedot’ untuk Makan Siang Gratis, Mahasiswa dan Guru Gugat UU APBN ke MK

badge-check

Anggap Dana Pendidikan ‘Disedot’ untuk Makan Siang Gratis, Mahasiswa dan Guru Gugat UU APBN ke MK Perbesar

KLIKFAKTA38 – JAKARTA, 5 Febuari 2026 – Gelombang penolakan terhadap penggunaan anggaran pendidikan untuk membiayai program non-pendidikan mencapai puncaknya. Hari ini, koalisi yang terdiri dari perwakilan mahasiswa, serikat guru, dan pemerhati pendidikan resmi mengajukan permohonan uji materi (judicial review) terhadap Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (UU APBN) ke Mahkamah Konstitusi (MK) Senin [26/1]

Gugatan ini dipicu oleh kebijakan pemerintah yang mengalokasikan sebagian dana dari fungsi pendidikan untuk menyokong program Makan Bergizi Gratis (MBG), program unggulan pemerintah saat ini.

Titik Terang Persoalan

Para pemohon menilai bahwa penggunaan dana pendidikan untuk program pangan adalah bentuk “penyelundupan anggaran” yang mencederai konstitusi. Berdasarkan Pasal 31 ayat (4) UUD 1945, negara wajib memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN.

“Kami tidak menolak anak-anak diberi makan bergizi, tapi jangan ambil dari ‘piring’ pendidikan. Guru honorer masih banyak yang belum layak upahnya, dan gedung sekolah banyak yang rubuh. Kenapa anggarannya justru disedot untuk program luar pendidikan?” ujar perwakilan koalisi saat ditemui di gedung MK.

Poin-Poin Utama Gugatan

Dalam berkas permohonannya, penggugat menyoroti beberapa dampak sistemik jika alokasi ini diteruskan:

Defisit Dana Operasional Sekolah (BOS): Khawatir akan adanya pemangkasan bantuan operasional yang langsung menyentuh siswa.

Kesejahteraan Guru Terhambat: Program peningkatan kompetensi dan tunjangan guru dikhawatirkan mandek.

Infrastruktur Pendidikan: Ribuan ruang kelas yang rusak terancam tidak mendapatkan renovasi tepat waktu.

Baca juga; Ada Laporan Rekening Nasabah BCA Tiba-tiba Kosong, Nasabah Pertanyakan Keamanan Bank

Respons Pemerintah

Pemerintah sebelumnya berdalih bahwa pemberian makanan bergizi merupakan bagian dari investasi sumber daya manusia (SDM) yang juga berkaitan dengan kesiapan belajar siswa di sekolah. Namun, argumen ini dipatahkan oleh para pakar hukum pendidikan yang menyebut bahwa secara teknis, anggaran pendidikan haruslah berfokus pada proses belajar mengajar dan fasilitas akademik.

Sidang perdana dengan agenda pemeriksaan pendahuluan diperkirakan akan digelar dalam 14 hari kerja mendatang. Kasus ini diprediksi akan menjadi sorotan nasional karena menyangkut masa depan anggaran sektor krusial di Indonesia.

Analisis Singkat: Langkah ini menunjukkan dinamika demokrasi yang sehat, di mana masyarakat kritis terhadap realokasi anggaran yang dianggap melampaui batas kewenangan konstitusional. Jika MK mengabulkan gugatan ini, pemerintah harus mencari sumber pendanaan lain di luar pos pendidikan 20% untuk menjalankan program MBG.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Korban Terlantar Hampir Sepekan Usai Bencana, Musibah Longsor Fadoroyou Gunungsitoli Alo’oa Ditimbun Alasan Teknis dan Efisiensi Anggaran

29 Agu 2026 - 16:53 WIB

Korban Terlantar Hampir Sepekan Usai Bencana, Musibah Longsor Fadoroyou Gunungsitoli Alo’oa Ditimbun Alasan Teknis dan Efisiensi Anggaran

Maulid Nabi 1448 H di SDN 1 Taliwang, Zainuddin Ajak Siswa Teladani Rasulullah: Jujur, Disiplin dan Stop Bullying

29 Agu 2026 - 15:59 WIB

Maulid Nabi 1448 H di SDN 1 Taliwang, Zainuddin Ajak Siswa Teladani Rasulullah: Jujur, Disiplin dan Stop Bullying

Gabungan Wartawan LSM dan Aktivis Resmi Tempuh Jalur Hukum Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik Akun TikTok Abah 8 0

29 Agu 2026 - 04:08 WIB

Gabungan Wartawan LSM dan Aktivis Resmi Tempuh Jalur Hukum Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik Akun TikTok Abah 8 0

Diduga Cekcok di Depan Minimarket, Juru Parkir di Jalan Tombolotutu Palu Meninggal Dunia Usai Ditembak OTK

29 Agu 2026 - 04:05 WIB

Diduga Cekcok di Depan Minimarket, Juru Parkir di Jalan Tombolotutu Palu Meninggal Dunia Usai Ditembak OTK

Polda Riau Tetapkan 40 Tersangka Kasus Karhutla: Sengaja Bakar Lahan Demi Buka Kebun

29 Agu 2026 - 04:01 WIB

Polda Riau Tetapkan 40 Tersangka Kasus Karhutla: Sengaja Bakar Lahan Demi Buka Kebun
Trending di Fakta Utama