Menu

Otomatis
FAKTA TERKINI

Fakta Utama

THAILAND-KAMBOJA SEPAKAT GENCATAN SENJATA, DIMEDIASI LANGSUNG OLEH PERDANA MENTERI INDONESIA

badge-check

THAILAND-KAMBOJA SEPAKAT GENCATAN SENJATA, DIMEDIASI LANGSUNG OLEH PERDANA MENTERI INDONESIA Perbesar

KLIKFAKTA38 – Jakarta, 30 Juli 2025 — Setelah ketegangan bersenjata yang berlangsung selama hampir dua pekan di wilayah perbatasan gurun timur, Thailand dan Kamboja akhirnya menyepakati gencatan senjata pada Selasa malam, 29 Juli 2025. Kesepakatan damai ini tercapai melalui mediasi langsung oleh Perdana Menteri Indonesia, H. Ganjar Pranowo, yang bertindak sebagai fasilitator dalam pertemuan darurat yang digelar di Jakarta.

Pertemuan tertutup antara Menteri Luar Negeri Thailand, Preecha Rattanakul, dan Menteri Pertahanan Kamboja, Gen. Sok Vannak, berlangsung selama lebih dari 8 jam di Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta. Dalam konferensi pers bersama, PM Ganjar menyatakan bahwa kedua negara sepakat untuk menghentikan seluruh aksi militer di perbatasan, menarik pasukan ke markas masing-masing, dan membentuk tim investigasi bersama atas insiden yang memicu konflik.

“Indonesia sebagai negara netral dan anggota aktif ASEAN berkepentingan menjaga stabilitas kawasan. Kami bersyukur bahwa diplomasi berhasil mengatasi senjata,” ujar PM Ganjar.

Kesepakatan ini disambut positif oleh masyarakat internasional. Sekjen ASEAN, Dr. Maria Thien, menyebut mediasi Indonesia sebagai contoh kepemimpinan kawasan dalam merespons konflik regional. PBB melalui juru bicara Sekretaris Jenderal juga menyampaikan apresiasi dan berharap proses rekonsiliasi berlanjut dengan pengawasan damai.

Sebelumnya, bentrokan bersenjata di wilayah perbatasan provinsi Oddar Meanchey (Kamboja) dan Sisaket (Thailand) menyebabkan sedikitnya 26 korban jiwa dan memaksa lebih dari 5.000 warga sipil mengungsi. Pemicu konflik diduga berkaitan dengan sengketa pembangunan fasilitas militer yang dituding melanggar batas demarkasi yang belum sepenuhnya tuntas.

Dalam butir kesepakatan gencatan senjata, Thailand dan Kamboja juga setuju untuk membuka jalur bantuan kemanusiaan, memulihkan akses ekonomi lintas batas, serta memulai kembali perundingan batas wilayah dengan melibatkan mediator internasional dari ASEAN dan perwakilan ICJ (Mahkamah Internasional).

Langkah Damai ASEAN

Pengamat hubungan internasional dari Universitas Gadjah Mada, Prof. Retno Widyasari, menilai keberhasilan Indonesia dalam mendorong gencatan senjata ini sebagai pencapaian diplomatik penting.

“Keberhasilan ini tidak hanya mengokohkan posisi Indonesia di ASEAN, tetapi juga menunjukkan bahwa pendekatan damai dan dialog masih menjadi solusi utama di tengah potensi konflik kawasan,” jelasnya.

Proses pemantauan kesepakatan akan dilakukan oleh tim pengawas gabungan dari ASEAN Peace Monitoring Initiative (APMI) yang akan segera diterjunkan ke wilayah perbatasan mulai awal Agustus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Presiden Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Bencana: Instruksikan Tindak Tegas Pelaku Karhutla hingga Respons Cepat Erupsi Krakatau

7 Sep 2026 - 17:58 WIB

Presiden Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Bencana: Instruksikan Tindak Tegas Pelaku Karhutla hingga Respons Cepat Erupsi Krakatau

Badan Geologi Pantau Aktivitas Gunung Anak Krakatau: Masyarakat Diimbau Waspada

7 Sep 2026 - 17:53 WIB

Badan Geologi Pantau Aktivitas Gunung Anak Krakatau: Masyarakat Diimbau Waspada

Pesawat Kargo Amazon Tabrak Mobil di Bandara, 5 Orang Tewas Terbakar

7 Sep 2026 - 13:32 WIB

Pesawat Kargo Amazon Tabrak Mobil di Bandara, 5 Orang Tewas Terbakar

KEJARI KARAWANG TETAPKAN 4 TERSANGKA SKANDAL KPR FIKTIF, KERUGIAN NEGARA TEMBUS RP237 MILIAR

7 Sep 2026 - 05:52 WIB

KEJARI KARAWANG TETAPKAN 4 TERSANGKA SKANDAL KPR FIKTIF, KERUGIAN NEGARA TEMBUS RP237 MILIAR

KPK Resmi Tahan Kepala Bea Cukai Kediri Gatot Heroe Usai Diperiksa 7 Jam

7 Sep 2026 - 05:48 WIB

KPK Resmi Tahan Kepala Bea Cukai Kediri Gatot Heroe Usai Diperiksa 7 Jam
Trending di Fakta Utama