KLIKFAKTA38 – BALIKPAPAN – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur, pada Senin [12/1/2026]. Peresmian ini menandai beroperasinya kilang minyak terbesar di Indonesia yang diproyeksikan menjadi tulang punggung swasembada energi nasional.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan simbol kemandirian bangsa. Ia mencatat bahwa momen peresmian kilang sebesar ini terakhir kali terjadi pada tahun 1994, atau 32 tahun yang lalu di era Presiden Soeharto.
“Saya merasa sangat bangga. Ini adalah prestasi penting bagi negara dan bangsa. Kita harus mampu menghasilkan energi sendiri dan tidak perlu lagi bergantung pada impor. Ini adalah langkah nyata menuju swasembada energi sesuai mandat Asta Cita,” ujar Presiden Prabowo di lokasi proyek, Senin sore.
Lompatan Kapasitas dan Teknologi
Proyek yang menelan investasi sekitar Rp 123 triliun (USD 7,4 miliar) ini berhasil meningkatkan kapasitas pengolahan kilang dari semula 260.000 barel per hari (bph) menjadi 360.000 bph. Selain peningkatan volume, kilang ini kini mampu memproduksi bahan bakar berkualitas tinggi setara standar Euro V yang lebih ramah lingkungan.i
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang turut mendampingi Presiden, menjelaskan bahwa RDMP Balikpapan memiliki peran strategis dalam menekan defisit neraca perdagangan. “Dengan beroperasinya kilang ini secara penuh, kita bisa menghemat devisa negara hingga Rp 60 triliun per tahun karena pengurangan impor BBM, khususnya solar dan bensin,” jelas Bahlil.
Fasilitas Terintegrasi
Megaproyek ini mencakup pengembangan fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex yang menjadi jantung modernisasi kilang. Selain itu, proyek ini terintegrasi dengan terminal BBM Tanjung Batu dan tangki penyimpanan di Lawe-Lawe yang mampu menampung hingga 2 juta barel minyak mentah untuk menjamin ketahanan pasokan di wilayah Indonesia Timur.
Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti oleh Presiden Prabowo. Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, Mensesneg Prasetyo Hadi, serta Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.
Dengan tuntasnya proyek RDMP Balikpapan, pemerintah optimistis target penghentian impor solar dapat segera tercapai di tahun 2026, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta energi global.














