Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas penyalahgunaan narkotika di sebuah rumah yang kerap dijadikan lokasi berkumpul.
Saat dilakukan penggerebekan, petugas mendapati sembilan orang yang diduga tengah melakukan aktivitas konsumsi sekaligus transaksi narkoba jenis sabu.
“Total ada sembilan orang yang diamankan. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, termasuk pekerja MBG dan pegawai honorer instansi pemerintah,” ungkap salah satu sumber kepolisian.
Dari hasil pemeriksaan awal, para terduga memiliki peran berbeda, mulai dari pengguna, pembeli, hingga pihak yang diduga terlibat dalam peredaran barang haram tersebut.
Dalam operasi tersebut, polisi turut menyita barang bukti berupa sabu seberat sekitar 5,97 gram, alat hisap, plastik klip, telepon genggam, serta sejumlah uang tunai yang diduga hasil transaksi narkotika.
Baca Juga:Kebakaran Besar di Gunung Putri Bogor, Warga Panik Berhamburan
Salah satu pelaku diketahui berperan sebagai pemilik barang, sementara lainnya diduga membantu peredaran maupun sebagai pengguna aktif.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan oknum yang bekerja di lingkungan program pemerintah dan instansi publik. Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat terjadi di semua lapisan masyarakat tanpa memandang profesi
Saat ini, seluruh terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan jaringan yang lebih luas.
Post Views: 24