MATARAM — Kwartir Cabang (Kwarcab) gerakan Pramuka kota Mataram secara khusus menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film terbaru berjudul “Pramuka” di bioskop Trans Mart Kota Mataram, Kamis (23/7/2026). Ratusan pembina Gerakan Pramuka dari berbagai gugus depan antusias mengikutinya. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi kreatif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan Dasa Dharma bagi generasi muda.
Film hasil kolaborasi Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka dan Alamanda Production ini mengisahkan petualangan kelompok Pramuka Penggalang yang menghadapi tantangan di alam bebas. Melalui alur cerita yang penuh aksi, nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan gotong royong ditampilkan secara nyata sebagai bekal kehidupan sehari-hari.
Ketua Kwarcab Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH memberikan apresiasi positif terhadap pemutaran film ini. Ia menilai media audio-visual merupakan cara yang sangat efektif dan menyenangkan untuk mengenalkan esensi kepanduan kepada anak-anak muda, bukan sekadar memakai seragam, melainkan membentuk karakter tangguh menyongsong Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, film bukan sekadar hiburan, melainkan karya seni yang berfungsi membangun masyarakat dan bangsa dengan cara mentransformasikan nilai-nilai kepramukaan (Dasa Dharma).
“Ya, kan film hakikatnya sebuah karya untuk bagaimana membangun masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu, sebagai bagian dari media membangun, tentu unsur-unsurnya adalah juga nilai-nilai yang harus ditransformasikan kepada masyarakat”, ujar Didi.
Nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka lanjut Didi, harus diterjemahkan secara kreatif dan inovatif agar tetap kontekstual dengan kondisi serta kebutuhan nyata masyarakat saat ini.

“Pramuka dituntut untuk terus berinovasi dan berkreativitas menerjemahkan situasi dan kondisi, sehingga bagaimana dengan sumber nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka itu tetap kontekstual dengan kebutuhan nyata masyarakat”, ungkapnya.
Oleh karena itu, ia berharap melalui media film ini akan semakin efektif untuk bagaimana menanamkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari yang sifatnya transformatif, sehingga kita memiliki satu perspektif untuk bagaimana mengembangkan peran-peran kita yang lebih luas lagi, yang bersumber dari nilai-nilai Dasa Dharma, bagaimana mengaktualisasikan nilai-nilai kepramukaan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan pertama ini, penayangan film diprioritaskan terlebih dahulu untuk para pembina Pramuka di gugus depan agar mereka dapat mengarahkan para peserta didik di lingkungan sekolah masing-masing. Karena pembina Pramuka dinilai mampu menjadi aktor utama dalam mentransformasikan nilai-nilai kepramukaan.
“Kita berharap nanti melalui peran para Pembina di gugus depan, bagaimana memberikan himbauan kepada anggota Pramuka di gugus depannya untuk menonton film yang sama dalam kesempatan yang berbeda. mudah-mudahan ini memberikan sesuatu yang positif bagi keluarga besar Pramuka khususnya di Kota Mataram”, pungkasnya. (Red)
















