KLIKFAKTA38 – KUTACANE — Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Aceh Tenggara sejak Minggu (13/9/2026) sore memicu banjir bandang dan luapan air di sejumlah aliran sungai. Akibatnya, sebanyak 11 desa yang tersebar di lima kecamatan terendam air bercampur lumpur, kayu, dan material batu.
Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir mulai menerjang pemukiman warga pada Minggu malam sekitar pukul 21.30 WIB. Meluapnya debit air pada Sungai Lawe Bulan, Lawe Kisam, dan Lawe Kinga menjadi pemicu utama luapan yang merusak fasilitas umum hingga permukiman.
Daftar Wilayah Terdampak
Tercatat ada lima kecamatan yang melingkupi 11 desa terdampak bencana ini:
Kecamatan Babussalam: Desa Pulonas, Kota Kutacane, Pulo Latong, Gumpang Jaya, dan Kutacane Lama.
Kecamatan Lawe Bulan: Desa Pulonas Baru dan Lawe Rutung.
Kecamatan Bambel: Desa Pancar Iman dan Kuning I.
Kecamatan Deleng Pokhkison: Desa Peseluk Pesimbe.
Kecamatan Lawe Sumur: Desa Kuta Lesung.
Kerusakan Infrastruktur dan Penanganan
Selain menerjang rumah-rumah warga, material banjir bandang dilaporkan merusak dua unit Jembatan Bailey yang menjadi jalur penghubung antarkecamatan serta menyebabkan beberapa titik tanggul sungai jebol.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Aceh Tenggara bersama instansi terkait telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat, pendataan warga terdampak, serta pengerahan satu unit alat berat jenis ekskavator untuk membersihkan material lumpur dan kayu yang menyumbat aliran air. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa, sementara kondisi air di beberapa titik dilaporkan berangsur surut.

















