KLIKFAKTA38 – JAYAWIJAYA — Eskalasi aksi kekerasan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) / Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Papua Pegunungan kian memprihatinkan. Tak lama setelah insiden penembakan yang menewaskan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Pemkab Jayawijaya, kelompok bersenjata tersebut kembali membunuh seorang warga sipil di jalur Trans Wamena–Nduga, Selasa (15/9/2026).
Korban diidentifikasi bernama Aris Sanda (alias Tasya), seorang sopir angkutan umum/travel asal Toraja yang sehari-hari bertugas mendistribusikan logistik dan melayani transportasi warga lokal.
Disandera dan Dipaksa Buat Video Ultimatum
Berdasarkan data dan rekaman video yang beredar, mobil yang dikendarai korban mendadak dicegat di tengah jalan oleh sejumlah anggota OPM bersenjata laras panjang dan panah. Sebelum dieksekusi, korban sempat disandera dan ditodong senjata api di bagian kepala sembari dipaksa memegang bendera Bintang Kejora serta menyampaikan narasi dukungan kemerdekaan Papua.
Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengeklaim bertanggung jawab atas aksi pembantaian tersebut. Pihaknya menuding korban sebagai agen intelijen militer Indonesia dan melayangkan ultimatum melarang warga non-Papua melintasi jalur Trans Papua.
Ditemukan Tewas Terbakar di Dalam Mobil
Tim gabungan TNI dari Koops Habema yang melakukan penyisiran ke lokasi kejadian berhasil menemukan kendaraan korban pada Rabu (16/9/2026) dalam kondisi hangus terbakar bersama jenazah Aris Sanda di dalamnya.
Pihak TNI mengecam keras aksi biadab tersebut. Korban dipastikan merupakan warga sipil murni yang tengah berjuang mencari nafkah dan membantu roda ekonomi masyarakat pedalaman Papua. Saat ini aparat keamanan telah memperketat pengamanan di sepanjang jalur Trans Wamena–Nduga dan terus melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku.
Abduh Hanif MR

















