KLIKFAKTA38 – BOGOR, KOMPAS.com — Sebaran abu vulkanik tipis yang diduga berasal dari peningkatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mulai dirasakan warga di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sejak Minggu (6/9/2026) dini hari.
Lapisan debu vulkanik terlihat menempel pada permukaan kendaraan bermotor, kaca teras rumah, hingga terasa mengganggu kenyamanan warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Dampak Dirasakan Pengendara dan Warga
Sejumlah warga di kawasan Kota Bogor hingga wilayah Kabupaten Bogor, seperti Karadenan, Nanggung, dan Cilebut, mengeluhkan adanya hujan abu tipis yang terlihat jelas saat terpapar sorot lampu kendaraan.
“Biasanya jam tiga pagi motor tertutup embun, tapi ini malah abu tipis. Pas dibawa jalan, mata terasa perih dan hidung pengap,” ujar Fatir, salah seorang pengendara di Nanggung, Bogor.
Hal serupa diungkapkan warga Kota Bogor yang mendapati lantai teras serta kendaraan milik mereka dipenuhi debu halus saat bersiap menjalankan aktivitas di pagi hari.
Pola Sebaran Abu Vulkanik
Berdasarkan analisis pemantauan RGB Citra Himawari-9 yang dirilis BMKG Wilayah II, erupsi berkelanjutan Gunung Anak Krakatau sejak Jumat (4/9/2026) malam telah memicu sebaran abu vulkanik ke berbagai arah.
Ketinggian 20.000 Kaki: Angin membawa material abu bergerak ke arah Timur Laut hingga Selatan, mencakup sebagian Jawa Barat (termasuk Jabodetabek), Banten, DKI Jakarta, serta perairan sekitarnya.
Ketinggian 50.000 Kaki: Material vulkanik menyebar ke arah Barat Daya hingga Barat Laut, meliputi Banten, Lampung, Bengkulu, dan Samudra Hindia.
Status Gunung dan Imbauan Respon
Badan Geologi Kementerian ESDM memaparkan Gunung Anak Krakatau kembali mencatatkan erupsi pada Minggu (6/9/2026) pukul 03.53 WIB dengan amplitudo maksimum 46 mm dan durasi 30 detik. Hingga saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih bertahan pada Level III (Siaga).
Otoritas terkait mengeluarkan rekomendasi keselamatan bagi masyarakat terdampak hujan abu:
Radius Bahaya: Masyarakat dilarang mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Alat Pelindung Diri: Warga yang berada di wilayah terdampak paparan abu vulkanik diimbau mengenakan masker pelindung pernapasan dan kacamata saat keluar rumah.
Oversight Kesehatan: Mengurangi aktivitas luar ruangan jangka panjang guna mencegah bahaya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan iritasi mata.
Yuyun Iriyanti
















