KLIKFAKTA38, 6 September 2026 – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dinilai masih dalam batas wajar dan tidak berpotensi memicu erupsi dahsyat. Peneliti vulkanologi senior, Surono, memastikan bahwa rangkaian letusan yang terjadi belakangan ini merupakan siklus alamiah gunung api aktif yang sedang mengalami fase pertumbuhan.
Menurut Surono, Anak Krakatau saat ini berada dalam masa kedewasaan. Pada fase ini, gunung memerlukan erupsi berkala untuk mengeluarkan material vulkanik seperti lava dan abu yang nantinya menumpuk dan memperbesar ukuran tubuh gunung tersebut.
“Letusan-letusan kecil hingga sedang ini adalah cara Anak Krakatau membesar. Material yang dikeluarkan akan menambah ketinggian dan volume tubuhnya. Masyarakat tidak perlu panik karena letusan ini tidak akan membesar hingga merusak seperti erupsi induknya pada 1883,” ujar Surono.
Poin Kunci Analisis Vulkanologi
Fase Pertumbuhan: Erupsi berfungsi sebagai media penumpukan material lava baru untuk memperkokoh struktur tubuh gunung.
Karakteristik Erupsi: Didominasi letusan strombolian dan efusif yang berskala lokal.
Potensi Bahaya: Area berbahaya terbatas pada radius aman yang telah ditetapkan lembaga pemantau, sementara wilayah pesisir Banten dan Lampung tetap aman selama mematuhi rekomendasi resmi.
Petugas pemantau gunung api mengimbau masyarakat, nelayan, dan wisatawan untuk tetap tenang serta hanya mengacu pada informasi resmi dari Badan Geologi dan PVMBG.
Abduh Hanif MR
















