KLIKFAKTA38 – JAKARTA – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Ibu Kota sejak dini hari tadi menyebabkan sejumlah titik di Jakarta terendam banjir sejak Senin [12/1]. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, kenaikan debit air terjadi akibat luapan drainase yang tidak mampu menampung volume air hujan serta kiriman dari wilayah hulu.
Kondisi Terkini di Lapangan
Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat sedikitnya 25 titik genangan tersebar di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat. Ketinggian air bervariasi mulai dari 30 cm hingga mencapai 1,2 meter di pemukiman warga yang berada di bantaran sungai.
Beberapa titik utama yang terdampak cukup parah meliputi:
Jakarta Selatan: Kawasan Kemang, Pejaten, dan Cipete. Air setinggi 40-60 cm menutup akses jalan raya, menyebabkan kendaraan roda dua tidak dapat melintas.
Jakarta Timur: Kawasan Cipinang Melayu dan Kampung Melayu kembali terendam luapan Kali Sunter dan Kali Ciliwung dengan ketinggian air mencapai 1 meter.
Jakarta Barat: Jalan Raya Kedoya dan beberapa titik di Kembangan tergenang air setinggi 30 cm, memicu kemacetan panjang di jam berangkat kantor.
Respons Pemerintah dan Evakuasi
Pihak BPBD bersama Dinas Gulkarmat (Pemadam Kebakaran) telah menyiagakan perahu karet di lokasi-lokasi rawan untuk mengevakuasi warga lansia dan anak-anak.
“Kami telah mengerahkan ratusan personel dan pompa stasioner maupun portabel untuk mempercepat penyurutan air. Kami mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi hujan susulan,” ujar juru bicara BPBD DKI Jakarta dalam keterangan persnya.
Dampak Transportasi
Akibat genangan di beberapa ruas jalan protokol, layanan TransJakarta di sejumlah koridor mengalami pengalihan rute. Sementara itu, para pengendara motor diimbau untuk tidak memaksakan diri menerobos genangan guna menghindari mogok mesin atau kecelakaan akibat lubang jalan yang tertutup air.
Warga diharapkan terus memantau informasi terkini melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI) atau kanal resmi media sosial BPBD DKI Jakarta untuk mengetahui peta titik banjir secara real-time.














