KLIKFAKTA38 – SUNSHINE COAST, AUSTRALIA, 15 Agustus 2026 — Karya seni kriya dan busana (wearable art) besutan desainer muda Indonesia, Laras Andriyani, sukses mencetak prestasi gemilang di panggung internasional. Karya avant-garde bertema keberlanjutan yang memanfaatkan kombinasi limbah organik dari Pasar Bogor serta olahan serat nanas tersebut berhasil meraih penghargaan dalam ajang prestisius Australian Wearable Art Festival (AWAF) 2026 di Sunshine Coast, Queensland, Australia.
Ajang AWAF 2026—yang menjadi panggung internasional bagi para seniman tekstil, desainer mode, dan perupa dari berbagai belahan dunia—menampilkan lebih dari 30 finalis terpilih dari puluhan negara. Laras Andriyani menjadi salah satu perwakilan Indonesia yang berhasil mencuri perhatian dewan juri dan ribuan penonton di atas runway sepanjang 40 meter di Novotel Sunshine Coast Resort.
Mengubah Limbah Pasar Menjadi Karya Seni Busana
Karya yang diusung Laras berakar dari kepedulian terhadap isu lingkungan dan sampah kota. Berawal dari riset mendalam terhadap limbah harian di area Pasar Bogor, Laras mengumpulkan bahan-bahan sisa yang berpotensi menjadi polutan lingkungan, kemudian memadukannya dengan material tekstil ramah lingkungan berbasis serat nanas (pineapple leaf fiber).
Proses pengolahan karya ini melibatkan teknik kriya rumit:
Pengolahan Serat Nanas: Serat daun nanas diolah menjadi benang dan lembaran kain tekstil alami yang kuat, memberikan tekstur alami dan kontur kokoh pada struktur busana.
Upcycling Limbah Organik & Pasar: Limbah padat dan sisa olahan dari Pasar Bogor diekstraksi dan diolah menggunakan teknik biokomposit serta pewarnaan alami (eco-dyeing) tanpa bahan kimia berbahaya.
Desain Avant-Garde: Busana dirancang berbentuk patung berjalan (sculptural wearable art) yang memadukan estetika futuristik dengan sentuhan kelokalan Indonesia.
“Karya ini bukan sekadar pakaian, melainkan sebuah narasi bahwa limbah yang kerap dianggap tak berharga dari pasar tradisional seperti Pasar Bogor justru menyimpan potensi estetika tinggi jika diolah dengan kreativitas dan kepedulian lingkungan,” ujar Laras dalam keterangannya usai penyerahan penghargaan.
Apresiasi Internasional di AWAF 2026
Dewan juri Australian Wearable Art Festival memuji keberanian Laras dalam mengeksplorasi material non-konvensional tanpa mengorbankan nilai artistik dan struktur estetika busana. Gabungan antara daya tahan serat nanas dan keunikan tekstur limbah pasar dinilai memberikan dimensi baru dalam kategori Avant-Garde dan Sustainable Art.
Pengakuan di ajang internasional ini semakin mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pionir pengembangan sustainable fashion dan busana berbasis ekonomi sirkular di kawasan Asia-Pasifik.
Harapan Bagi Industri Sustainable Fashion Indonesia
Prestasi ini diharapkan dapat mendorong para desainer muda tanah air untuk terus berinovasi memanfaatkan material lokal dan limbah lingkungan. Dukungan terhadap program ekonomi sirkular di kawasan Pasar Bogor dan pengolahan serat alam nanas terbukti mampu menembus pasar dan apresiasi seni tingkat global.
Melalui kemenangan ini, Laras Andriyani membuktikan bahwa isu keberlanjutan (sustainability) dan estetika tingkat tinggi dapat berjalan berdampingan, membawa nama Indonesia harum di panggung mode dunia.
Yuyun Iriyanti



















