Menu ✖

Otomatis
FAKTA TERKINI

Fakta Utama

Ketua MUI Tegaskan Penolakan Color Run: Terindikasi Kampanye LGBT

badge-check

Ketua MUI Tegaskan Penolakan Color Run: Terindikasi Kampanye LGBT Perbesar

KLIKFAKTA38 – Jakarta, 30 Juni 2025 — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Anwar Abbas, menegaskan bahwa kegiatan color run tidak semestinya diizinkan di Indonesia apabila terindikasi sebagai bagian dari kampanye kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Hal ini disampaikan dalam pernyataan resminya usai menerima sejumlah laporan dari masyarakat yang mengkhawatirkan nilai-nilai moral dalam kegiatan tersebut.

Menurut Anwar Abbas, kegiatan color run yang marak digelar dengan nuansa warna-warni menyerupai simbol pelangi, dianggap memiliki kesamaan dengan representasi simbol gerakan LGBT. Ia meminta pemerintah daerah dan pihak terkait untuk lebih selektif dalam memberikan izin acara, terutama jika berpotensi menyimpang dari norma agama dan budaya bangsa.

“Kami menerima aspirasi umat, dan setelah kami kaji, jika ada indikasi color run mengarah pada kampanye LGBT, maka sebaiknya tidak diberi izin. MUI menolak segala bentuk promosi LGBT, termasuk yang dikemas dalam kegiatan olahraga dan hiburan,” ujar Anwar Abbas di Jakarta, Sabru [28/6].

Ia juga menegaskan bahwa MUI tidak menentang kegiatan olahraga atau kreativitas anak muda, namun semua kegiatan harus disesuaikan dengan nilai-nilai luhur Pancasila dan norma keagamaan.

Sementara itu, sejumlah panitia color run membantah tudingan bahwa acara mereka memiliki kaitan dengan kampanye LGBT. Menurut mereka, warna-warni yang digunakan dalam kegiatan tersebut merupakan simbol keceriaan dan semangat hidup sehat, bukan bagian dari agenda ideologis tertentu.

Kementerian Pemuda dan Olahraga hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Ketua MUI tersebut.

Color run sendiri merupakan kegiatan lari santai yang biasa disertai taburan bubuk warna, dan telah menjadi tren di berbagai kota besar di Indonesia. Namun, dengan munculnya kekhawatiran akan simbolisme di baliknya, perdebatan soal batas kebebasan berekspresi dan norma budaya kembali mencuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Polres Nias Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Nias Barat, 31 Paket Seberat 44,62 Gram Diamankan

27 Okt 2026 - 16:45 WIB

Polres Nias Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Nias Barat, 31 Paket Seberat 44,62 Gram Diamankan

KSOP Hentikan Bongkar Muat Semen di Pelabuhan Gunungsitoli, Keselamatan Penumpang Jadi Sorotan

27 Okt 2026 - 16:40 WIB

KSOP Hentikan Bongkar Muat Semen di Pelabuhan Gunungsitoli, Keselamatan Penumpang Jadi Sorotan

Tiga Pekerja KDMP Hiliduho Mengaku Upah Belum Dibayar, Malah Dilaporkan atas Dugaan Pencurian Motor

27 Okt 2026 - 14:57 WIB

Tiga Pekerja KDMP Hiliduho Mengaku Upah Belum Dibayar, Malah Dilaporkan atas Dugaan Pencurian Motor

Lomba Desa Sehat 2026, Desa Sei Mencirim Kec: Sunggal Tampilkan Inovasi Ambulans Umat Peduli Desa

27 Okt 2026 - 08:49 WIB

Lomba Desa Sehat 2026, Desa Sei Mencirim Kec: Sunggal Tampilkan Inovasi Ambulans Umat Peduli Desa

BSI International Expo 2026 Sukses Besar: Bukukan Transaksi Rp5,38 Triliun dan Gaet 65.800 Pengunjung

27 Okt 2026 - 06:05 WIB

BSI International Expo 2026 Sukses Besar: Bukukan Transaksi Rp5,38 Triliun dan Gaet 65.800 Pengunjung
Trending di Fakta Utama