KLIKFAKTA38 – Jakarta, 2 Mei 2025 – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) secara resmi mengumumkan tujuh program prioritas pendidikan nasional untuk tahun 2025 dalam rangka memperkuat fondasi transformasi pendidikan Indonesia menuju era digital dan inklusif. Pengumuman ini disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim menyampaikan bahwa ketujuh program ini merupakan bagian dari strategi besar untuk mewujudkan sistem pendidikan yang lebih merata, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan zaman
Berikut adalah tujuh program prioritas pendidikan nasional 2025:
-
Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan
Program ini berfokus pada pelatihan berbasis praktik dan peningkatan kesejahteraan guru melalui platform Merdeka Mengajar dan peningkatan tunjangan profesi. -
Transformasi Kurikulum Nasional
Kurikulum Merdeka akan diimplementasikan secara menyeluruh dengan penyesuaian lokal dan digitalisasi materi ajar agar lebih adaptif terhadap perubahan global. -
Digitalisasi Sekolah dan Pembelajaran
Penyediaan perangkat digital, internet cepat, dan platform pembelajaran daring akan ditingkatkan untuk mendukung pembelajaran hybrid yang berkualitas di seluruh wilayah Indonesia. -
Penguatan Pendidikan Vokasi dan Link and Match Industri
Pendidikan vokasi akan diperkuat melalui kemitraan dengan dunia industri dan pelatihan berbasis kebutuhan lapangan kerja. -
Pendidikan Inklusif dan Penguatan Karakter
Program ini mendukung akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus serta pengembangan karakter melalui pendidikan budaya, Pancasila, dan kegiatan non-akademik. -
Revitalisasi Infrastruktur Sekolah
Percepatan pembangunan dan rehabilitasi ruang belajar terutama di daerah tertinggal menjadi prioritas, termasuk pemenuhan sarana dan prasarana dasar. -
Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Tinggi
Akses ke perguruan tinggi akan diperluas melalui beasiswa, kerja sama internasional, dan pengembangan riset berbasis kebutuhan nasional.
Menteri Nadiem menambahkan bahwa keberhasilan program-program ini sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat.
“Transformasi pendidikan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Dengan arah kebijakan ini, diharapkan pendidikan Indonesia pada 2025 mampu mencetak generasi unggul yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing global.














