kLIKFAKTA38 – Semarang, 1 Mei 2025 – Wartawan Tempo, Jamal Abdun Nashr, mengalami tindakan kekerasan dari aparat keamanan saat meliput aksi demonstrasi Hari Buruh Internasional (Mayday) yang digelar di kawasan Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu [1/5]. Insiden terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, ketika massa buruh yang tergabung dalam berbagai serikat pekerja mulai memadati area sekitar taman Air Mancur Simpang Lima.
Saat kericuhan kecil terjadi antara peserta aksi dan aparat, Jamal yang sedang mengambil gambar dan mencatat jalannya peristiwa justru menjadi sasaran kekerasan.“Saya sedang merekam suasana ketika tiba-tiba seorang aparat menarik saya dari belakang dan membanting saya ke trotoar,” ujar Jamal setelah kejadian.
Ia mengaku sudah menunjukkan kartu pers dan mengenakan tanda pengenal sebagai jurnalis Tempo. Sejumlah rekannya sesama jurnalis menyaksikan kejadian itu dan langsung berusaha membantu. Jamal mengalami memar di lengan dan nyeri di bagian punggung.
Ia kemudian mendapat pertolongan pertama di lokasi sebelum dibawa ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras tindakan kekerasan terhadap Jamal. “Insiden ini menunjukkan kurangnya pemahaman dan penghormatan aparat terhadap tugas jurnalis di lapangan. Kami menuntut pihak kepolisian mengusut pelaku dan memberikan sanksi tegas,” kata Ketua AJI Semarang, Ratri Ayuningtyas.
Pihak Polda Jawa Tengah belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Namun, Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol Stefanus Yoga saat dikonfirmasi menyatakan akan menelusuri kejadian tersebut














