‎Prabowo Canangkan Konversi Massal ke Kendaraan Listrik: “Bensin Hanya untuk Orang Kaya”

banner 120x600

KLIKFAKTA38 – JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan visi besar pemerintah untuk melakukan transisi energi total di sektor transportasi. Dalam pernyataan terbarunya, Presiden mengungkapkan rencana untuk mengonversi seluruh kendaraan di Indonesia, mulai dari sepeda motor, mobil, truk, hingga traktor, menjadi bertenaga listrik guna mengakhiri ketergantungan nasional pada impor bahan bakar minyak (BBM).

‎Pernyataan ini disampaikan Presiden dalam tayangan “Presiden Prabowo Menjawab” yang dikutip pada Rabu (25/3/2026). Beliau menekankan bahwa penggunaan bensin di masa depan akan menjadi opsi eksklusif yang tidak lagi disubsidi oleh negara.

‎Game Changer Ekonomi Rakyat

‎Presiden menjelaskan bahwa kebijakan ini didasarkan pada hasil simulasi penghematan yang signifikan bagi masyarakat luas. Menurutnya, biaya operasional kendaraan listrik jauh lebih efisien dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.

‎”Kami sudah bikin simulasi, ternyata yang naik motor kalau pakai listrik pengeluaran tinggal 20 persen, seperlima dari biasanya. Jadi ini adalah game changer kita,” ujar Presiden Prabowo.

‎Bensin dengan Harga Dunia

‎Terkait ketersediaan BBM, Presiden menyatakan bahwa bensin tidak akan dihapus sepenuhnya, namun harganya akan dilepas mengikuti fluktuasi pasar global. Skema ini ditujukan agar subsidi negara tepat sasaran dan tidak lagi dinikmati oleh kalangan mampu.

‎”Jadi nanti orang kaya yang punya Lamborghini, Ferrari, silakan pakai bensin, tapi bayar harga dunia. Mau 200 dolar (per liter), silakan, kalian kan orang kaya,” tegasnya.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Tindakan Tegas: “Tidak Ada Impunitas bagi Pelaku Penyiraman Air Keras!”

‎Target Energi Terbarukan

‎Untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik ini, pemerintah juga menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 Gigawatt (GW) dalam waktu singkat. Langkah ini dibarengi dengan rencana penutupan bertahap pembangkit listrik tenaga diesel yang dianggap terlalu mahal dan tidak efisien.

‎Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menambahkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan langkah bertahap untuk melakukan konversi sekitar 120 juta unit sepeda motor di Indonesia. Program subsidi konversi pun direncanakan akan hadir kembali dengan estimasi biaya yang lebih terjangkau, yakni di kisaran Rp5 juta hingga Rp6 juta per unit, seiring dengan semakin murahnya teknologi baterai.

‎‎Kebijakan ambisius ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas udara di kota-kota besar, tetapi juga memperkuat kedaulatan energi Indonesia di tengah ketidakpastian harga minyak dunia akibat konflik geopolitik global.

Penulis: Abduh Hanif MREditor: Hengki Revandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *