KLIKFAKTA38-GUNUNGSITOLI, Pemerhati kebijakan publik dan pembangunan daerah, Dr. (H.C.) Yusman Dawolo (Bang YD), mendesak Pemerintah Kota Gunungsitoli segera melakukan audit menyeluruh terhadap pembangunan Pasar Humene di Kecamatan Gunungsitoli Idanoi yang hingga kini belum berfungsi sebagaimana tujuan awal pembangunannya.
Menurut Bang YD, kondisi pasar yang belum dimanfaatkan menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan proyek yang telah menghabiskan anggaran pemerintah tersebut.
“Proyeknya sudah dibangun, tetapi mengapa sampai sekarang belum berfungsi? Pertanyaan ini harus dijawab secara terbuka kepada masyarakat. Jangan sampai aset yang dibangun dengan uang rakyat justru tidak memberikan manfaat bagi rakyat,” kata Bang YD kepada wartawan, Kamis, 4 Juni 2026.
Ia menegaskan bahwa pasar rakyat merupakan infrastruktur ekonomi yang memiliki peran penting dalam meningkatkan aktivitas perdagangan masyarakat, khususnya bagi petani, nelayan, pelaku UMKM, dan pedagang.
Karena itu, menurutnya, keberadaan Pasar Humene yang belum beroperasi berdampak pada terhambatnya pemanfaatan aset daerah. Oleh karena itu, abang YD meminta Pemerintah Kota Gunungsitoli membuka secara transparan informasi mengenai besaran anggaran yang telah digunakan, progres pembangunan yang telah dicapai, serta kendala yang menyebabkan pasar tersebut belum dapat difungsikan.
“Masyarakat berhak mengetahui berapa anggaran yang telah dikeluarkan, apa saja yang sudah dikerjakan, dan apa alasan pasar ini belum beroperasi. Transparansi adalah bentuk pertanggungjawaban kepada publik,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mendesak dilakukannya audit terhadap seluruh proses pembangunan Pasar Humene, mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan pekerjaan, hingga pemanfaatan hasil pembangunan.
Menurut Bang YD, audit diperlukan untuk memastikan bahwa pembangunan telah dilaksanakan sesuai ketentuan dan tujuan yang direncanakan serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan pasar tersebut belum memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Audit penting dilakukan agar persoalannya menjadi jelas. Jika ada kelemahan dalam perencanaan atau pengelolaan, segera diperbaiki. Jika ditemukan pelanggaran atau penyimpangan yang merugikan keuangan negara, maka harus ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Ia menambahkan, aparat pengawas internal pemerintah, lembaga pemeriksa, maupun aparat penegak hukum perlu turun melakukan pemeriksaan apabila terdapat indikasi pelanggaran dalam proses pembangunan tersebut.
Bang YD berharap Pemerintah Kota Gunungsitoli segera mengambil langkah konkret agar Pasar Humene dapat difungsikan dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Gunungsitoli Idanoi dan sekitarnya.
“Pasar Humene dibangun dengan uang rakyat. Karena itu, manfaatnya harus kembali kepada rakyat. Jangan biarkan aset publik yang telah dibangun menjadi terbengkalai tanpa kepastian,” tutup Bang YD.













