KLIKFAKTA38 – NONTHABURI — Sebuah insiden penembakan massal mengguncang Sekolah Debsirin Nonthaburi di Distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi, Thailand, pada Jumat (7/8/2026) pagi. Aksi brutal yang dilakukan oleh seorang siswa kelas 9 (Mathayom 3) berusia 14 tahun tersebut menewaskan sedikitnya tujuh orang—termasuk kakek-nenek pelaku dan pelaku sendiri—serta melukai puluhan orang lainnya.
Kronologi Kejadian
Insiden mengerikan ini bermula dari rumah tempat tinggal pelaku sebelum berlanjut ke kawasan sekolah:
Aksi Pertama di Rumah (Pagi Hari): Sebelum berangkat ke sekolah, pelaku diduga menembak mati kakek dan neneknya di kediaman mereka di kawasan Soi Wat Lat Pla Duk, Distrik Bang Bua Thong. Pelaku mengambil senjata pistol semi-otomatis CZ-75 kaliber 9mm milik kakeknya.
Penembakan di Sekolah (Sekitar 09.30 ICT): Berpakaian seragam olahraga ungu dan membawa tas selempang hitam, pelaku memasuki gedung sekolah dan langsung menuju lantai tiga hingga lantai lima. Pelaku melepaskan tembakan acak ke arah kelas dan ruang guru, memicu kepanikan massal di antara murid dan staf.
Pengepungan dan Akhir Insiden (10.00 – 10.30 ICT): Pelaku sempat mengurung diri di dalam ruang komputer sekolah saat dikepung oleh pasukan khusus dan kepolisian. Sekitar pukul 10.30 pagi, pelaku menembak kepalanya sendiri.
“Awalnya kami kira suara petasan. Suaranya berturut-turut ‘bang, bang, bang’, sempat henti sebentar, lalu terdengar lagi. Tiba-tiba murid-murid berlarian sambil menangis,” ujar seorang saksi siswa berusia 18 tahun.
Data dan Fakta Utama Insiden
ParameterDetail Kejadian
Lokasi KejadianSekolah Debsirin Nonthaburi, Bang Kruai, Nonthaburi, Thailand
WaktuJumat, 7 Agustus 2026, Pukul 09.30 – 10.30 ICT
PelakuSiswa laki-laki berusia 14 tahun (Kelas 9)
Senjata DigunakanPistol semi-otomatis CZ-75 Compact 9mm
Korban Jiwa7–8 Orang (termasuk kakek-nenek pelaku, guru/staf, dan pelaku)
Korban Luka>20 Orang (beberapa dalam kondisi kritis)
Motif dan Hasil Penyelidikan Awal
Kepolisian Kerajaan Thailand dan Kementerian Dalam Negeri mengungkapkan beberapa poin temuan terkait latar belakang pelaku:
Dugaan Perundungan & Stres: Menurut keterangan awal, pelaku diduga mengalami stres akibat tekanan akademik serta sempat menjadi korban perundungan (bullying) oleh rekan-rekannya di sekolah.
Riwayat Pencarian Digital: Hasil pemeriksaan perangkat komputer milik pelaku menunjukkan ia sempat mengunduh rekaman video aksi-aksi penembakan massal seminggu sebelum peristiwa ini.
Kepemilikan Senjata: Senjata api yang digunakan diketahui merupakan milik kakeknya secara legal. Pelaku mengambil pistol tersebut dari lemari penyimpanan di lantai dua rumahnya.
Tanggapan Pemerintah & Isu Senjata Api
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi ini dan menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil langkah tegas. Tragedi ini kembali menyoroti tingginya tingkat kepemilikan senjata api sipil di Thailand, yang merupakan salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara. Pemerintah berjanji akan memperketat undang-undang serta regulasi pengawasan senjata api di seluruh negeri.






















