KLIKFAKTA38 – BOGOR— Ratusan massa dari aliansi organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dan elemen masyarakat menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan Balai Kota Bogor, Jalan Ir. H. Juanda Jumat (24 Juli 2026).
Massa menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk penyebaran dan propaganda perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Aksi damai yang berlangsung tertib di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian dan Satpol PP tersebut diwarnai pembentangan spanduk, orasi keagamaan, serta penyerahan lembar rekomendasi kepada pihak Pemerintah Kota Bogor.
Desak Pembentukan Regulasi Daerah
Dalam orasinya, perwakilan massa menegaskan bahwa pergerakan ini didasari kekhawatiran atas maraknya promosi gaya hidup LGBT, baik di ruang publik maupun melalui platform digital. Menurut koordinator aksi, propaganda tersebut dinilai bertentangan dengan nilai-nilai norma kesusilaan, ajaran agama, Pancasila, serta budaya lokal.
“Kami mendorong pemerintah daerah bergerak cepat menerbitkan regulasi tertulis yang tegas untuk mencegah penyebaran propaganda maupun aktivitas penyimpangan seksual di ruang-ruang publik, sekolah, hingga media sosial guna melindungi masa depan generasi muda,” ujar perwakilan pimpinan aksi di lokasi.
Selain desakan aturan pencegahan, perwakilan aliansi juga menekankan pentingnya pendekatan edukatif dan pembinaan moral melalui penguatan kurikulum pendidikan agama serta ketahanan keluarga.
Tanggapan Pemerintah Daerah
Pihak Pemerintah Kota Bogor yang menerima perwakilan peserta aksi menyampaikan apresiasi atas aspirasi yang disampaikan secara kondusif. Pihak Pemkot menjelaskan bahwa penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwali) maupun langkah pencegahan sosial yang relevan saat ini tengah berada dalam tahap pembahasan intensif bersama dinas terkait dan tokoh masyarakat.
Pemkot Bogor berkomitmen untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan aturan hukum nasional guna memastikan keamanan, ketertiban umum, serta perlindungan norma-norma sosial bagi warga Bogor.
Aksi berakhir dengan doa bersama, dan massa membubarkan diri secara tertib tanpa mengganggu arus lalu lintas di kawasan pusat kota.
Yuyun Iriyanti






















