KLIKFAKTA38 – JAKARTA — PT PLN (Persero) resmi melakukan perombakan pucuk pimpinan perusahaan. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar secara daring pada Rabu (14/10/2026), Darmawan Prasodjo resmi dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Utama. Posisi pimpinan tertinggi BUMN ketenagalistrikan tersebut kini diamanahkan kepada Suroso Isnandar.
RUPSLB tersebut diikuti oleh jajaran Direksi dan Dewan Komisaris PLN, serta dihadiri langsung oleh Wakil Menteri BUMN Tedi Bharata.
Komisaris Independen PT PLN (Persero), Andi Arief, membenarkan adanya perombakan kepemimpinan tersebut.
“Iya, ada pergantian direktur utama. Pak Darmawan digantikan oleh Pak Suroso,” ujar Andi Arief saat dikonfirmasi media, Rabu (14/10/2026).
Ia menambahkan, Suroso Isnandar—yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan (EBT) PLN—akan mengemban amanah sebagai Dirut PLN sekaligus merangkap jabatan lamanya sampai penetapan definitif lebih lanjut. Andi juga memastikan tidak ada perombakan pada jajaran direksi maupun dewan komisaris lainnya.
Di Tengah Sorotan Gangguan Listrik
Pergantian kepemimpinan ini terjadi di tengah sorotan publik atas insiden pemadaman listrik (blackout) yang sempat terjadi di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Batam dan Bintan. Kendati demikian, Andi Arief mengutarakan bahwa rotasi jabatan di tubuh BUMN merupakan hal yang lumrah dilakukan untuk penyegaran organisasi, mengingat Darmawan Prasodjo telah memimpin PLN sejak Desember 2021.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan dedikasi Pak Darmawan yang telah membawa banyak transformasi digital dan efisiensi di PLN. Kami meyakini Pak Suroso akan melanjutkan agenda transformasi ini, terutama percepatan agenda transisi energi nasional,” tambah Andi.
Tantangan Dirut Baru
Sebagai nakhoda baru, Suroso Isnandar dihadapkan pada sejumlah tantangan besar, mulai dari pemulihan keandalan pasokan listrik di kawasan terdampak, skema pemberian kompensasi kepada konsumen, hingga akselerasi proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) guna mendukung target Net Zero Emission nasional.
Pihak PLN menyampaikan bahwa penanganan pemadaman dan pemulihan sistem kelistrikan di wilayah terdampak telah masuk tahap penyelesaian penuh, sembari menyiapkan evaluasi menyeluruh terkait keandalan jaringan nasional.
Yuyun Iriyanti

















