KLIKFAKTA38 – DENPASAR 14 Oktober 2026 — Wilayah Pulau Dewata diterjang kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu terjadinya antrean kendaraan hingga beberapa kilometer di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Fenomena krisis energi lokal ini melumpuhkan sebagian mobilitas warga dan memicu kepadatan lalu lintas di berbagai titik vital, mulai dari Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, hingga Tabanan.
Pengendara Rela Mengantre Berjam-jam demi Bensin
Sejak dini hari, deretan sepeda motor dan mobil tampak mengular panjang memakan bahu jalan. Di kawasan Gianyar dan Badung, antrean kendaraan bahkan dilaporkan sempat mencapai kisaran 1 hingga 3 kilometer dari area SPBU.
Meski harus menghabiskan waktu bertumpuk-tumpuk di bawah terik matahari, sebagian besar pengendara kendaraan tetap memilih bertahan dan mendukung penuh proses pengisian BBM. Bagi masyarakat, mendapatkan BBM—baik jenis Pertalite maupun Pertamax—adalah kebutuhan mutlak agar aktivitas ekonomi dan harian mereka tidak terhenti total.
“Saya mengantre dari pukul 06.00 WITA dan baru bisa mendekati dispenser pengisian berjam-jam kemudian. Mau tidak mau harus ditunggu dan didukung proses pengisiannya, kalau tidak isi bensin saya tidak bisa narik ojek dan dapat uang,” ujar Made (34), salah seorang pengemudi ojek daring di kawasan Gatot Subroto, Denpasar.
Dampak dari penumpukan ini terasa signifikan bagi pekerja harian, pekerja sektor pariwisata, hingga para nelayan yang terpaksa meliburkan aktivitas melaut akibat kesulitan mendapat solar dan bahan bakar pendukung.
Penyebab Kelangkaan dan Keterlambatan Pasokan
Pihak PT Pertamina Patra Niaga mengonfirmasi bahwa kendala pasokan BBM di Bali dipicu oleh beberapa faktor teknis dan logistik:
Gangguan Kendala Teknis Kapal Tanker: Terjadi keterlambatan penyandaran dan proses bongkar muat kapal pengangkut BBM di Fuel Terminal (FT) Sanggaran dan Manggis.
Penyesuaian Pola Pengiriman: Pengurangan kuota penyaluran harian sementara di tingkat SPBU membuat stok cepat terkuras.
Peningkatan Permintaan: Aktivitas pariwisata dan kendaraan operasional yang tinggi memicu percepatan tingginya tingkat konsumsi.
Langkah Darurat dan Respons Pemerintah
Untuk memurai kepanikan masyarakat dan menertibkan situasi, sejumlah langkah cepat telah diambil oleh otoritas terkait:
Penambahan Kapal Supply & Operasi 24 Jam: Pertamina mengerahkan kapal pengangkut pasokan tambahan (seperti kapal MT Klasogun) dan mengoperasikan Fuel Terminal Sanggaran serta Manggis selama 24 jam nonstop guna mempercepat proses distribusi.
Pengamanan Lalu Lintas: Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Bali diterjunkan langsung di titik-titik SPBU yang mengular untuk mengatur arus kendaraan dan mencegah terjadinya kemacetan parah.
Pengawasan Distribusi: Pemerintah Provinsi Bali bersama pihak berwenang melakukan pemantauan ketat agar tidak ada oknum penimbun atau spekulan yang memanfaatkan situasi kelangkaan.
Pihak Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying secara berlebihan, dan mendukung kelancaran distribusi BBM yang kini terus berangsur dipulihkan ke seluruh SPBU di Bali.

















