KLIKFAKTA38, LUBUK PAKAM – Dalam semangat mewujudkan Kabupaten Deli Serdang yang sehat, maju, dan berdaya saing, Forum Kabupaten Sehat (FKS) Deli Serdang menyelenggarakan Lomba Desa Sehat Se Kabupaten Deli Serdang Tahun 2026.
Lomba Desa Sehat se Kabupaten Deli Serdang ini diselenggarakan oleh Forum Kabupaten Sehat (FKS) Kabupaten Deli Serdang bekerjasama dengan Pemkab Deli Serdang resmi dimulai, Senin (26/10/2026).
Sebagai wadah bagi desa/kelurahan untuk terus meningkatkan kualitas masyarakat agar lebih sehat, perlombaan ini terbagi 4 tim penilai yang terdiri dari Tim Forum Kabupaten Sehat dan Tim Pembina dari Dinas Kesehatan Deli Serdang dan Bappedalitbang Deli Serdang.
Peserta lomba yang dinilai terdiri dari 29 desa/kelurahan dari 16 kecamatan yang mendaftar. Sementara, 6 kecamatan tidak mendaftarkan desa/kelurahannya. Dilaksanakan selama 4 hari (26-29 oktober 2026)
Pelaksanaan penilaian 29 desa/kelurahan dihari pertama hari ini (senin, 26/10/2026) panitia membagi 4 tim. Tim A dipimpin Ketua Forum Kabupaten Sehat (FKS) Deli Serdang H Zulkifli Barus, Tim B dipimpin Sekretaris Forum Kabupaten Sehat (FKS) Deli Serdang Zulfahmi Hasibuan, Tim C dipimpin anggota FKS Deli Serdang Eko Sapriadi dan Tim D dipimpin anggota FKS Deli Serdang, H Alpian.
Tim A menilai Desa Greahan dan Desa Bandar Kuala dari Kecamatan Bangun Purba, Tim B menilai Kelurahan Lubuk Pakam Pekan dan Desa Tanjung Garbus I dari Kecamatan Lubukpakam, Tim C menilai Desa Lantasan Lama dari Kecamatan Patumbak dan Tim D menilai Desa Sei Mencirim dan Desa Sei Semayang dari Kecamatan Sunggal.
Pantauan awak media penilaian di Kelurahan Lubuk Pakam Pekan, rombongan Tim B disambut Sekcam Lubuk Pakam Niwa Dzavira, S.IP., M.Si., dan Lurah Lubuk Pakam Pekan Fachri Muhammad, S.STP., MSi., serta jajarannya.
Pada proses penilaian tersebut disampaikan Tim Juri, petunjuk penilaian mencakup 5 variabel yaitu lingkungan dan sanitasi, perilaku hidup bersih dan hidup sehat (PHBS), pelayanan dan fasilitas kesehatan, partisipasi masyarakat dan inovasi desa sehat. Juga penjelasan uraian penilaian dan bobot penilaian. Selain 5 variabel ada juga penilaian the best sosial media, the best video profile dan the best health innovation village.
Penjelasan penilaian tersebut sudah dipersiapkan dengan baik sebelumnya oleh Lurah Lubuk Pakam Pekan, Fachri Muhammad. Hal itu terlihat mulai dari penyerahan dokumen penilaian disertai dengan penjelasan dan bukti-bukti dokumen penilaian lengkap ia jabarkan. Berikut dengan video profil, sosial media serta verifikasi lapangan juga sangat baik dipersiapkan Kelurahan Lubuk Pakam Pekan.
Sebelumnya dalam seremoni penilaian itu Niwa Dzavira menyampaikan lomba desa sehat bukanlah hal yang baru di kelurahan tersebut. Sebab pihaknya juga merupakan bagian dari tim sukses penilaian desa sehat sebelumnya.
Disebutkan, indikator penilaian bukan yang baru. Konsep PHBS sudah diterapkan untuk mendukung kelurahan lubuk pakam sehat.
“Kami yakin perangakat kelurahan dapat bekerjasama yang baik untuk mendapatkan penilaian yang maksimal. Saya yakin Kelurahan Lubuk Pakam Pekan akan mendapatkan penilaian yang terbaik,” ujar Niwa.
Sementara itu Zulfahmi Hasibuan, sekretaris FKS Deli Serdang menyampaikan bahwa penilain lomba desa sehat tersebut didasari dengan visi Bupati Deli Serdang menjadikan Deli Serdang Sehat. Disebutnya, Deli Derdang Sehat akan tercapai apabila desa dan kelurahan terlebih dahulu menjalankan visi tersebut.
Dijelaskan, setelah FKS Deli Serdang diperbaharui dengan SK Bupati Deliserdang langsung tancap gas. Buktinya pada tahun 2025 Kabupaten Deli Serdang, satu-satunya kabupaten di sumut yang mendapatkan penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Dalam Negeri yaitu Anugerah Swasti Saba Wiwerda.
“Tahun 2027 target kita dengan penilaian desa sehat ini InsyaAllah Kabupaten Deli Serdang akan meraih Swasti Saba Wistara. Tentunya hal ini lebih tinggi levelnya dari Wiwerda.” kata Zulfahmi Hasibuan, yang juga Ketua Forum Pemuda Lintas Agama (FPLA) Kabupaten Deli Seedang, optimis.
Untuk mencapai penghargaan Swasti Saba Wistara, Zulfahmi mengingatkan desa/kelurahan agar desa sehat berkesinambungan terus diterapkan dalam keseharian.
“Lomba desa sehat ini jadi pemacu pihak desa atau kelurahan agar 5 variabel penilaian dengan media sosial untuk wadah masyarakat meningkatkan kualitas kesehatan tetap berkesinambungan,” tutur Zulfahmi. (red/kf38)



















