KLIKFAKTA38, HAMPARAN PERAK – Komitmen membangun desa yang sehat, mandiri, dan berdaya melalui partisipasi masyarakat ditunjukkan Desa Tandem Hilir II, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang pada penilaian lapangan Lomba Desa Sehat Kabupaten Deli Serdang Tahun 2026, Selasa (27/10/2026), desa ini menampilkan berbagai program unggulan, termasuk tiga inovasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kedatangan Tim Juri disambut Sekretaris Camat Hamparan Perak, Silvia Tahbita Panggabean, S.STP., M.A.P., bersama jajaran pemerintah desa dan unsur masyarakat. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses penilaian untuk melihat secara langsung berbagai upaya desa dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan.
Tim juri terdiri atas unsur Forum Kabupaten Sehat, yakni Dr. Ade Wahyuni Azhar dan H. Apian, S.H., M.H. Unsur Dinas Kesehatan, Rosmaita Sinaga, SKM., serta unsur Bappedalitbang, Sas Basar Sugiarto Sitohang, ST.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Tandem Hilir II, M. Efendi Kudadiri, memaparkan berbagai program dan capaian desa yang mencakup lima aspek utama, yaitu lingkungan dan sanitasi, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pelayanan dan fasilitas kesehatan, partisipasi masyarakat, serta inovasi desa sehat.
Ekspose tersebut turut didampingi Sekretaris Desa Sri Wika Rahayu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kepala Puskesmas Kota Datar, Puskesmas Pembantu, 21 kepala dusun, kader Posyandu, serta Tim Penggerak PKK.
Keterlibatan berbagai unsur ini menunjukkan bahwa upaya mewujudkan desa sehat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, melainkan membutuhkan kerja sama dan kepedulian seluruh elemen masyarakat.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pemaparan Kepala Desa adalah tiga inovasi unggulan yang dikembangkan Desa Tandem Hilir II. Ketiganya dirancang tidak hanya sebagai program unggulan, tetapi juga sebagai bentuk nyata pemanfaatan potensi desa untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Inovasi pertama adalah Becak Sehat, yakni sarana transportasi yang dimanfaatkan untuk mengunjungi masyarakat. Kehadiran fasilitas ini menjadi salah satu upaya mendekatkan pelayanan kepada warga, terutama dalam mendukung kegiatan sosial dan kesehatan di lingkungan desa.
Inovasi kedua adalah Mesin Pengering Padi. Inovasi ini memiliki nilai strategis karena Tandem Hilir II merupakan salah satu kawasan lumbung padi di Kabupaten Deli Serdang. Pemanfaatan mesin pengering padi diharapkan dapat membantu masyarakat petani dalam proses pascapanen, sehingga pengelolaan hasil pertanian menjadi lebih baik dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa tanpa terpengaruh kondisi cuaca.
Sementara itu, inovasi ketiga adalah melaksanakan MoU dengan Kolam Renang K.R. Marito, yang dikembangkan sebagai pusat pelatihan calon atlet renang sekaligus wadah apresiasi bagi siswa berprestasi.
Kehadiran fasilitas ini menunjukkan bahwa konsep desa sehat tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan dan pelayanan kesehatan, tetapi juga mencakup pengembangan potensi generasi muda melalui olahraga dan prestasi.
Ketiga inovasi tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan desa sehat dapat dilakukan melalui pendekatan yang lebih luas, dengan mengintegrasikan aspek kesehatan, ekonomi, sosial, dan pengembangan sumber daya manusia.
Tidak hanya menonjolkan inovasi, Desa Tandem Hilir II juga mencatatkan capaian dalam aspek partisipasi masyarakat dan tata kelola pemerintahan desa. Salah satunya ditunjukkan melalui realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang telah mencapai 100 persen atau tuntas.
Capaian ini menjadi gambaran kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Partisipasi warga melalui pembayaran PBB merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah dan memperkuat kemandirian desa.
Hal tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa semangat membangun desa tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan kesehatan, kebersihan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga melalui kesadaran bersama dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
Melalui kegiatan penilaian lapangan ini, tim juri berkesempatan memperoleh gambaran langsung mengenai pelaksanaan program Desa Sehat di Tandem Hilir II, sekaligus melihat keterlibatan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan berbagai program yang telah dikembangkan.
Lomba Desa Sehat Kabupaten Deli Serdang Tahun 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang penilaian antardesa, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, evaluasi, dan motivasi bagi setiap desa untuk terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan yang sehat, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat budaya hidup bersih dan sehat.
Desa Tandem Hilir II melalui tiga inovasi unggulannya, menunjukkan bahwa pembangunan desa sehat membutuhkan keterpaduan berbagai sektor, diantaranya kesehatan, pertanian, olahraga, pelayanan publik, dan partisipasi masyarakat merupakan bagian yang saling melengkapi dalam membangun desa yang lebih maju sesuai dengan Visi Misi Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Lusin Tambunan, M.Ked(PD)., Sp.PD.
Pada akhirnya, keberhasilan membangun desa sehat bukan semata-mata diukur dari fasilitas yang tersedia atau capaian administratif, melainkan dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaat pembangunan, memiliki kepedulian terhadap lingkungan, serta tumbuh kesadaran bersama untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup. Desa sehat bukan hanya desa yang bersih lingkungannya, tetapi juga desa yang masyarakatnya sehat, produktif, peduli, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan. (red/kf38)














