KLIKFAKTA38 – SHANGHAI — Industri hewan peliharaan di Tiongkok menyentuh level baru yang fantastis. Di kota-kota besar seperti Shanghai, tren menyekolahkan anjing ke “taman kanak-kanak” (dog kindergarten) bukan lagi sekadar tren biasa, melainkan gaya hidup elite para pemilik anabul (anak bulu) berkantong tebal.
Fenomena ini mendadak viral di media sosial setelah seorang wanita muda asal Shanghai bernama Taotao mendaftarkan anjing ras Samoyed miliknya yang berusia enam bulan ke sebuah akademi pelatihan khusus hewan peliharaan. Tak tanggung-tanggung, biaya pendidikan sang anjing mencapai 12.000 yuan atau sekitar Rp27 juta per bulan.
Alasan Utama: Kesibukan Kerja dan Fasilitas Sultan
Taotao mengaku keputusan merogoh kocek dalam-dalam ini diambil karena jadwal kerjanya yang padat di pusat finansial Shanghai. Karena tak punya banyak waktu luang untuk menemani anjingnya di rumah, ia memilih memasukkan peliharaannya ke sekolah ramah hewan agar tetap bersosialisasi dan terawat.
“Saya terlalu sibuk bekerja dan tidak punya cukup waktu untuk menemaninya. Jadi, ini terasa sebagai solusi yang paling praktis,” tutur Taotao kepada media setempat.
Dengan tarif setara gaji bulanan pekerja profesional tersebut, fasilitas dan paket layanan yang didapatkan mencakup:
Bus Sekolah Khusus: Layanan antar-jemput pintu ke pintu (door-to-door) setiap hari.
Tes Kepribadian Anjing: Analisis temperamen untuk memahami karakter unik sang anabul.
Pelatihan Perilaku: Mengatasi masalah seperti gonggongan berlebihan, kebiasaan melompat, hingga latihan buang air (potty training).
Kelas Interaksi Orang Tua-Anak: Sesi khusus mempererat hubungan pemilik dan hewan peliharaan.
Pantauan Live-Stream: Akses kamera CCTV real-time agar pemilik bisa memantau aktivitas anjingnya kapan saja dari kantor.
Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Perawatan dan pembersihan harian oleh staf profesional.
Gambaran Biaya Layanan Anjing di Tiongkok
Pasar perawatan anjing di Tiongkok kini terbagi dalam beberapa tingkatan sesuai dengan daya beli masyarakatnya: .
Ledakan Ekonomi Hewan Peliharaan (Pet Economy)
Fenomena ini membuktikan betapa pesatnya pertumbuhan ekonomi hewan di Negeri Tirai Bambu. Menurut data laporan Pet Industry White Paper, populasi hewan peliharaan di area perkotaan Tiongkok telah menembus lebih dari 126 juta ekor, dengan nilai transaksi pasar belanja hewan peliharaan melampaui 312 miliar yuan (sekitar Rp700 triliun).
Para pendiri sekolah hewan di Tiongkok mengungkapkan bahwa antrean pendaftaran layanan ini sangat panjang. Pemilik anjing bahkan harus bersabar mengantre 2 hingga 3 minggu demi mendapatkan kuota.
Reaksi Warganet: Antara Kagum dan Sindiran
Di platform media sosial seperti Weibo, kisah SPP sekolah anjing bernilai puluhan juta ini memicu perdebatan hangat:
“Sebenarnya berapa gaji bulanan orang ini sampai sanggup bayar SPP anjing setinggi itu?” tulis salah satu warganet.
“Beberapa orang tua bahkan tidak menghabiskan 12.000 yuan satu semester untuk TK anak mereka sendiri,” timpal pengguna lain.
“Kemiskinan benar-benar membatasi imajinasi saya,” kelakar warganet lainnya.
Abduh Hanif MR




















