KLIKFAKTA38 – JAKARTA — Jagat media sosial dihebohkan oleh maraknya unggahan video yang merekam aksi kontroversial di salah satu festival musik terbesar di ibu kota. Sebuah stan produk minuman beralkohol yang beroperasi di gelaran The Sounds Project Vol. 9 memicu kecaman publik setelah menggelar tantangan membaca dan menghafal ayat suci Al-Qur’an demi mendapatkan imbalan minuman keras (miras) gratis.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada hari terakhir gelaran festival musik yang berlangsung di kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada Minggu (9/8/2026).
Kronologi Aksi Kontroversial
Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di platform X dan TikTok, terlihat sejumlah pengunjung mendatangi stan merek minuman beralkohol tersebut. Di depan stan, penyelenggara memasang papan petunjuk tantangan bertuliskan ajakan untuk melafalkan Surat Ad-Duha.
Dalam video berdurasi singkat tersebut, tampak seorang pengunjung mencoba menghafalkan surat ke-93 dalam Al-Qur’an itu di hadapan penjaga stan. Setelah berhasil menyelesaikan hafalan, pengunjung tersebut langsung diberi hadiah berupa satu unit minuman keras.
Gelombang Kecaman dan Reaksi Publik
Tindakan menggabungkan simbol keagamaan—khususnya ayat Al-Qur’an—dengan promosi minuman beralkohol dinilai netizen sebagai bentuk penistaan dan ketidakpekaan norma yang sangat fatal.
Berbagai kaitan tanggapan pedas membanjiri kolom komentar di berbagai media sosial:
Kritik Etika Pemasaran: Banyak pihak menyesalkan kecerobohan tim pemasaran merek tersebut yang mengabaikan nilai etika dan hukum agama demi konten viral.
Tuntutan Evaluasi Penyelenggara: Netizen mendesak pihak penyelenggara The Sounds Project untuk bertanggung jawab penuh atas kelalaian pengawasan terhadap aktivitas para penyewa booth (tenant) di area festival.
Desakan Jalur Hukum: Sejumlah organisasi masyarakat dan tokoh agama mulai merespons serta mendesak aparat kepolisian untuk mengusut dugaan pelanggaran hukum terkait penodaan agama.
Respons Pihak Terkait
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen The Sounds Project Vol. 9 maupun perwakilan dari merek minuman beralkohol yang bersangkutan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Publik masih menunggu konfirmasi, klarifikasi, serta langkah tegas dari pihak penyelenggara dan kepolisian untuk menindaklanjuti kegaduhan ini.
Abduh Hanif MR




















