KLIKFAKTA38 – MADRID, 10 Agustus 2026 — Pemerintah Spanyol secara resmi menarik duta besarnya untuk Israel, Ana Maria Salomon Perez, dan memutuskan untuk menurunkan tingkat perwakilan diplomatiknya di Tel Aviv menjadi level Kuasa Usaha (Chargé d’Affaires). Langkah tegas ini diambil Madrid sebagai respons atas eskalasi militer di Jalur Gaza serta meruncingnya gesekan politik antara kedua negara.
Poin Utama Perkembangan Diplomatik
Penurunan Hubungan Diplomatik: Misi diplomatik Spanyol di Tel Aviv tidak lagi dipimpin oleh Duta Besar penuh, melainkan oleh Kuasa Usaha. Langkah ini menyamai tindakan balasan dari pihak Israel yang sebelumnya juga telah menurunkan perwakilannya di Madrid.
Kecaman Konflik Gaza: Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, berulang kali menegaskan posisinya yang mengecam operasi militer di Gaza dan mendorong penghentian kekerasan serta penghormatan terhadap hukum humaniter internasional.
Pengakuan Negara Palestina: Ketegangan antara Madrid dan Tel Aviv terus meningkat menyusul keputusan resmi Spanyol yang mengakui kedaulatan Negara Palestina.
Mendorong Sanksi Uni Eropa: Pemerintah Spanyol turut mendesak Uni Eropa untuk menangguhkan Perjanjian Kemitraan (Association Agreement) dengan Israel akibat dugaan pelanggaran HAM.
“Spanyol berdiri di atas prinsip hukum internasional dan hak asasi manusia. Penarikan duta besar ini merupakan sinyal diplomatik yang kuat atas keprihatinan mendalam kami terhadap situasi di Gaza.”
— Kementerian Luar Negeri Spanyol
Latar Belakang dan Konteks Jurnalistik
Aspek -Detail Informasi
Status Diplomatik – Diturunkan dari Duta Besar (Ambassador) ke Kuasa Usaha (Chargé d’Affaires)
Faktor Pemicu – Serangan militer beruntun di Gaza, kecaman atas dugaan pelanggaran HAM, dan silang pendapat politik
Sikap Uni Eropa – Spanyol memimpin penggalangan dukungan di Eropa untuk membatasi kerja sama ekonomi dan militer dengan Israel
Yuyun Iriyanti




















