Menu ✖

Otomatis
FAKTA TERKINI

Fakta Utama

Gedung Belum Berdiri, Presiden Prabowo Sudah Menanti Kepemimpinan Donny Ermawan di Universitas Republik Indonesia

badge-check

Gedung Belum Berdiri, Presiden Prabowo Sudah Menanti Kepemimpinan Donny Ermawan di Universitas Republik Indonesia Perbesar

KLIKFAKTA38 – JAKARTA, 25 Juli 2026 — Ambisi pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul melalui pendirian Universitas Republik Indonesia tampaknya melaju jauh lebih cepat daripada pembangunan infrastruktur fisiknya. Secara struktural, Presiden dikabarkan telah menyiapkan dan menanti gebrakan kepemimpinan kampus tersebut, padahal wujud fisik gedung universitas itu hingga saat ini sama sekali belum ada.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tongkat komando universitas baru ini akan diserahkan kepada Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, yang ditunjuk untuk menjabat sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia. Dalam menjalankan tugasnya, mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan tersebut akan didampingi oleh Yos Sunitiyoso yang mengisi posisi sebagai Wakil Gubernur.

Fokus pada Fondasi Akademik, Abaikan Fisik Sementara?

Langkah “kebut” pembentukan struktur pimpinan ini menjadi sorotan publik dan pengamat pendidikan. Pasalnya, jajaran rektorat (atau dalam hal ini disebut struktur Kegubernuran) sudah dipersiapkan dan dinanti kinerjanya di saat lahan dan gedung kampus masih berupa cetak biru (blueprint).

Kondisi ini memunculkan tanda tanya: Bagaimana sebuah institusi pendidikan tinggi beroperasi tanpa adanya ruang kelas, laboratorium, atau bahkan kantor rektorat?

Menurut sumber yang memahami proyek strategis ini, pembentukan struktur kepemimpinan sebelum adanya gedung fisik merupakan strategi pemerintah agar aspek operasional non-fisik bisa segera berjalan. Tugas awal Donny Ermawan dan Yos Sunitiyoso saat ini bukanlah mengelola kampus secara fisik, melainkan:

Menyusun dan merampungkan kurikulum inti.

Membangun landasan hukum dan sistem administrasi pendidikan.

Merekrut tenaga pengajar ahli dan merajut kemitraan internasional.

Dengan strategi ini, pemerintah berharap ketika gedung kampus akhirnya selesai dibangun, Universitas Republik Indonesia bisa langsung beroperasi penuh tanpa harus memulai urusan birokrasi dan akademik dari nol.

Baca juga: Pernyataan Presiden Prabowo Sebut Jurnalis hingga LSM ‘Londo Ireng’ Picu Gelombang Kritik Organisasi Pers

Menanti “Groundbreaking”

Meski memiliki alasan administratif yang kuat, absennya fasilitas fisik tetap menjadi tantangan nyata. Untuk sementara waktu, tim persiapan dan kepemimpinan yang dinahkodai oleh Donny Ermawan diproyeksikan akan menggunakan fasilitas ad-interim milik pemerintah—kemungkinan besar memanfaatkan ruang di lingkungan Kementerian Pertahanan atau instansi terkait lainnya—sembari memantau proses pembangunan kampus utama.

Kini, bola berada di tangan pemerintah. Di tengah ekspektasi tinggi Presiden Prabowo terhadap Universitas Republik Indonesia, publik menanti kapan peletakan batu pertama (groundbreaking) akan dilakukan agar “nahkoda” yang sudah disiapkan ini memiliki kapal yang nyata untuk dikemudikan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kejagung Tetapkan Direktur PT Toba Pulp Lestari Tersangka Korupsi Transfer Pricing Rp2 Triliun

17 Okt 2026 - 04:17 WIB

Kejagung Tetapkan Direktur PT Toba Pulp Lestari Tersangka Korupsi Transfer Pricing Rp2 Triliun

Kebakaran Hebat Landa Kawasan Pergudangan Kosambi Permai Tangerang, 28 Gudang Hangus Terbakar

17 Okt 2026 - 04:13 WIB

Kebakaran Hebat Landa Kawasan Pergudangan Kosambi Permai Tangerang, 28 Gudang Hangus Terbakar

Detik-Detik Penggerebekan Sarang Narkoba di Pondok Gede:Polisi Amankan 9 Orang dan Belasan Paket Sabu

17 Okt 2026 - 04:10 WIB

Detik-Detik Penggerebekan Sarang Narkoba di Pondok Gede:Polisi Amankan 9 Orang dan Belasan Paket Sabu

Viral Video Dugaan Kekerasan di KPPG Bogor, Kepala Kantor Beri Klarifikasi dan Tegaskan Tak Toleransi Kekerasan

17 Okt 2026 - 04:06 WIB

Viral Video Dugaan Kekerasan di KPPG Bogor, Kepala Kantor Beri Klarifikasi dan Tegaskan Tak Toleransi Kekerasan

Kejagung Tetapkan Dirut PT CNI Derian Sakmiwata Sebagai Tersangka Korupsi Nikel Sultra Rp401 Miliar

16 Okt 2026 - 10:40 WIB

Kejagung Tetapkan Dirut PT CNI Derian Sakmiwata Sebagai Tersangka Korupsi Nikel Sultra Rp401 Miliar
Trending di Fakta Utama