KLIKFAKTA38 — BENGKAYANG — Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Sungai Duri, Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada Kamis (20/8/2026) malam. Peristiwa yang terjadi tak lama setelah waktu Magrib sekitar pukul 18.15 hingga 18.30 WIB ini menghanguskan sedikitnya 48 hingga 50 unit rumah toko (ruko) dan tempat usaha warga.
Kronologi dan Upaya Pemadaman
Kepanikan warga bermula ketika percikan dan kobaran api pertama kali terlihat muncul dari salah satu ruko di Jalan Wiraguna, Dusun Suka Damai. Api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
Proses pemadaman berlangsung sangat dramatis. Sebanyak 33 hingga 60 armada pemadam kebakaran swadaya dikerahkan dari berbagai daerah, termasuk dari Kabupaten Bengkayang, Kota Singkawang, Mempawah, hingga Pontianak. Sebanyak 77 personel gabungan TNI-Polri bersama masyarakat bahu-membahu menjinakkan si jago merah. Api baru berhasil dipadamkan secara total pada Jumat (21/8/2026) dini hari sekitar pukul 04.10 WIB.
Penyebab Kebakaran dan Penyebaran Api
Pihak kepolisian dari Polres Bengkayang dan tim Laboratorium Forensik masih terus menyelidiki penyebab pasti sumber api awal. Namun, ada dua faktor utama yang membuat kobaran api cepat membesar dan menghanguskan puluhan ruko:
Struktur Bangunan Dominan Kayu: Mayoritas ruko yang terbakar merupakan bangunan lama dengan material kayu yang sangat mudah terbakar.
Kerapatan Bangunan: Posisi ruko-ruko dan toko yang berada dalam area pemukiman padat serta saling berdempetan mempercepat perambatan api ke area sekitar.
Dampak Kerugian
Kapolres Bengkayang, AKBP Syahirul Awab, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, dampak kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp70 miliar.
Data sementara mencatat 39 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung. Bangunan yang ludes mencakup tempat usaha toko sembako, perabot, toko emas, apotek, toko bangunan, hingga bengkel. Selain itu, jalur lalu lintas nasional Pontianak–Singkawang sempat lumpuh total sebelum kembali dibuka secara perlahan setelah proses pendinginan selesai.
Yuyun Iriyanti



















