KLIKFAKTA38 – JAKARTA — Tawuran antar kelompok warga kembali pecah di kawasan rel kereta api sekitar Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, pada Sabtu (22/8/2026). Aksi anarkis yang melibatkan pelemparan batu dan barang tumpul di area perlintasan sebidang tersebut memaksa operasional Commuter Line Koridor Jakarta Kota–Bogor dihentikan sementara demi keselamatan penumpang.
Akibat insiden ini, sebanyak 14 perjalanan KRL Commuter Line lintas Jakarta Kota–Bogor PP mengalami penahanan perjalanan di beberapa stasiun penyangga, seperti Stasiun Cikini, Tebet, hingga Pancoran. Penumpukan penumpang tak terhindarkan di sejumlah peron stasiun akibat keterlambatan yang mencapai 30 hingga 45 menit.
Dampak Operasional KRL
Penahanan Perjalanan: 14 rangkaian KRL Jakarta–Bogor tertahan sementara di stasiun sebelum dan sesudah area Manggarai.
Prosedur Keamanan: Kereta tidak diizinkan melintas saat aksi saling lempar berlangsung untuk menghindari risiko kerusakan armada dan lemparan batu liar ke arah gerbong.
Penumpukan Penumpang: Terjadi antrean panjang penumpang di Stasiun Jakarta Kota, Cikini, Tebet, hingga Depok akibat penundaan jadwal keberangkatan.
Pihak KAI Commuter menyatakan bahwa penanganan langsung dilakukan bekerja sama dengan aparat kepolisian setempat untuk membubarkan massa dari area jalur rel. Setelah lokasi dinyatakan steril dan aman dari material sisa tawuran, arus lalu lintas KRL secara bertahap kembali dibuka dengan pembatasan kecepatan awal.
Aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran, membubarkan konsentrasi massa, serta mengamankan area sekitar rel agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Pihak berwenang mengimbau warga sekitar untuk menjaga ketertiban umum dan tidak menjadikan fasilitas transportasi publik sebagai lokasi bentrokan.



















