KLIKFAKTA38 – Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali visi besar kepemimpinannya dalam membangun sinergi antara pemerintah dan sektor swasta melalui konsep “Indonesia Incorporated”. Hal ini mengemuka dalam pertemuan tertutup selama lebih dari empat jam yang berlangsung di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Jawa Barat, Selasa [10/2/2026] malam.
Pertemuan yang dimulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB tersebut menghadirkan lima tokoh kunci ekonomi nasional, yakni:
Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group)
Anthony Salim (Salim Group)
Franky Widjaja (Sinar Mas Group)
Garibaldi ‘Boy’ Thohir (Adaro Energy)
Sugianto ‘Aguan’ Kusuma (Agung Sedayu Group)
Teknis Untuk Pelestarian Cagar Budaya Perlu Diperkuat
Baca juga: Hari Pers Nasional 2026: Menguatkan Peran Jurnalis sebagai Pilar Demokrasi Indonesia
Misi Satu Tim: Indonesia Incorporated
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa fokus utama diskusi adalah penguatan kolaborasi sektor riil untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Prabowo menekankan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan global yang makin kompleks.
”Presiden menekankan semangat Indonesia Incorporated. Artinya, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan harus bekerja sebagai satu tim nasional untuk memperkuat daya saing kita di kancah global,” ujar Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya.
Dalam dialog tersebut, Presiden mengajak para pengusaha untuk mengambil peran lebih aktif dalam penciptaan lapangan kerja skala besar, pengembangan hilirisasi industri, serta penguatan kemandirian pangan dan energi.
Komitmen Sektor Strategis
Merespons arahan tersebut, kelima pengusaha nasional ini menyatakan komitmen solid untuk mendukung program prioritas pemerintah. Beberapa poin krusial yang disepakati dalam diskusi “maraton” tersebut meliputi:
Ketahanan Pangan: Keterlibatan swasta dalam intensifikasi pertanian dan program makan bergizi gratis.
Sektor Riil & UMKM: Perluasan investasi yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dan membina UMKM sebagai rantai pasok industri besar.
Infrastruktur Sosial: Dukungan terhadap pembangunan rumah subsidi serta fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Arah Baru Ekonomi Inklusi
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Prabowo ingin mengikis ego sektoral dan memposisikan pengusaha nasional sebagai mitra strategis, bukan sekadar objek kebijakan.
”Pembangunan industri harus berdampak langsung bagi rakyat kecil. Kita ingin pertumbuhan yang inklusif, bukan hanya angka di atas kertas,” tegas Prabowo di sela-sela diskusi tersebut.
Suasana pertemuan yang berlangsung hangat namun intensif ini ditutup dengan kesepahaman bahwa stabilitas ekonomi nasional bergantung pada kepercayaan timbal balik antara regulator dan pelaku usaha.













