KLIKFAKTA38 – Doha, Qatar — Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali membuat bangga Indonesia di pentas internasional. Dalam ajang Shell Eco-marathon Asia Pacific and Middle East 2026, yang berlangsung di Lusail International Circuit, Doha, Qatar pada 21–25 Januari 2026, mobil berbahan bakar hidrogen buatan mahasiswa UGM berhasil menyabet gelar juara dunia setelah mengungguli tim-tim kuat dari Korea Selatan, Singapura dan negara lain.
Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh lebih dari 70 tim yang berasal dari 15 negara, yang terdiri dari mahasiswa dari berbagai universitas di Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Kontes ini menantang tim untuk menciptakan kendaraan paling hemat energi dengan berbagai teknologi ramah lingkungan — termasuk hidrogen dan listrik.
Kemenangan dan Faktanya
Mobil Semar Urban UGM berhasil menjadi pemenang di kategori Urban Hydrogen, sebuah pencapaian puncak di ajang ini. Hasil ini membuat tim UGM berdiri di podium tertinggi mengalahkan tim kompetitor dari Korea Selatan dan Singapura yang juga menampilkan mobil-mobil hidrogen unggulan mereka.
Pengakuan Dunia Akademik:
Prestasi ini bukan sekadar kemenangan kompetitif semata, tetapi juga menjadi bukti kemampuan inovatif mahasiswa Indonesia dalam pengembangan teknologi sel bahan bakar hidrogen yang potensial untuk masa depan transportasi ramah lingkungan.
Baca juga: Anggap Dana Pendidikan ‘Disedot’ untuk Makan Siang Gratis, Mahasiswa dan Guru Gugat UU APBN ke MK
Pengakuan Internasional:
Gelar juara dunia membawa nama baik UGM sekaligus Indonesia di ranah teknologi otomotif hemat energi. Keberhasilan ini turut menarik perhatian komunitas ilmiah dan industri otomotif global karena kemampuan tim UGM untuk bersaing secara teknis dengan institusi pendidikan terkemuka dari berbagai negara.
Signifikansi dan Dampak
Mobil hidrogen Semar bukan hanya soal prestasi juara, tetapi juga simbol kemajuan teknologi energi bersih yang mulai dikembangkan oleh generasi muda Indonesia. Dengan bahan bakar hidrogen yang menghasilkan emisi hanya berupa uap air, mobil seperti ini menunjukkan arah masa depan teknologi kendaraan rendah emisi.
Prestasi Semar UGM di Qatar dipandang sebagai momentum penting untuk memperkuat ekosistem inovasi otomotif ramah lingkungan di Indonesia dan membuka peluang kerjasama riset serta adopsi teknologi di tingkat industri.
Post Views: 107