KLIKFAKTA38 – JAKARTA 1 November 2026 — Aparat kepolisian kembali menggelar operasi penggerebekan berskala besar di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang disinyalir menjadi salah satu sarang peredaran gelap narkotika. Penggerebekan intensif ini menyasar pemukiman padat penduduk serta area perimeter liar di sepanjang bantaran rel kereta api yang sering dimanfaatkan para pelaku sebagai benteng pertahanan dan jalur pelarian.
Kronologi Operasi Penggerebekan
Operasi yang diluncurkan tim gabungan kepolisian melibatkan ratusan personel bersenjata lengkap. Petugas menyisir sejumlah titik rawan, termasuk gubuk-gubuk liar di sekitar lintasan Kereta Rel Listrik (KRL).
Dalam penggerebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan:
Barang Bukti: Puluhan paket sabu siap edar, alat isap (bong), timbangan digital, serta sejumlah senjata tajam.
Tersangka: Beberapa pengedar dan pengguna narkoba diamankan langsung di lokasi kejadian saat mencoba melarikan diri ke area perlintasan rel.
Petugas sempat mendapatkan perlawanan dari para pelaku yang memanfaatkan topografi pemukiman dan akses lintasan rel untuk memantau pergerakan aparat.
Respons Resmi PT KAI: Dukungan Penuh & Penertiban Lahan
Menanggapi pemanfaatan area di sekitar lintasan KRL sebagai lokasi aktivitas ilegal dan tempat persembunyian pengedar narkoba, pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan tanggapan resmi.
Melalui Manager Humas Daop 1 Jakarta, PT KAI menyatakan mendukung penuh langkah kepolisian dalam memberantas kejahatan di kawasan tersebut:
“PT KAI mendukung penuh upaya kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba di kawasan Kampung Bahari. Kami tidak menoleransi segala bentuk penyalahgunaan area operasional maupun lahan milik KAI untuk kegiatan melanggar hukum.”
Pihak PT KAI juga menegaskan langkah tindak lanjut yang akan segera diambil:
Penertiban Bangunan Liar: PT KAI bersama aparat terkait akan memperketat penertiban gubuk dan bangunan liar di sepanjang Ruang Pengawasan Jalur (Ruwasja) kereta api.
Keselematan Operasional KRL: Pengawasan di sekitar lintasan ditingkatkan untuk memastikan aktivitas di area perlintasan tidak mengganggu keselamatan perjalanan KRL maupun para penumpang.
Peningkatan Patroli: Tim pengamanan internal KAI (Polsuska) disiagakan untuk berkoordinasi secara berkala dengan jajaran kepolisian daerah setempat.
Saat ini para tersangka beserta barang bukti telah dibawa ke Mapolres Jakarta Utara guna pemeriksaan dan pengembangan kasus lebih lanjut. Kepolisian menegaskan akan terus melakukan patroli rutin dan tindakan tegas agar kawasan Kampung Bahari bebas dari jaringan peredaran narkotika.
Yuyun Iriyanti
















