KLIKFAKTA38 – JAKARTA 2 November 2026 — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan betapa vitalnya peran kelapa sawit Indonesia terhadap stabilitas global. Dalam keterangannya, Amran menyebut bahwa jika Indonesia menghentikan ekspor minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO), pasar pangan dan energi dunia bisa mengalami guncangan hebat hingga memicu krisis global.
“Bayangkan jika ekspor kelapa sawit kita setop total. Pasokan bahan baku minyak goreng, produk olahan pangan, hingga industri oleokimia dan energi terbarukan di berbagai negara akan lumpuh. Bisa ‘kiamat’ pangan dan energi global karena tidak ada komoditas lain yang mampu menggantikan volume serta efisiensi sawit Indonesia,” ujar Amran di Jakarta.
Tulang Punggung Minyak Nabati Dunia
Indonesia saat ini menguasai lebih dari 50 persen pasar ekspor CPO global. Dengan produktivitas lahan yang jauh lebih tinggi dibandingkan tanaman penghasil minyak nabati lainnya—seperti kedelai, bunga matahari, dan kanola—kelapa sawit menjadi komoditas paling efisien di dunia.
Mentan menjelaskan bahwa banyak negara besar di Eropa, Asia Pasifik, hingga Amerika Selatan sangat bergantung pada pasokan CPO Indonesia. Kelapa sawit tidak hanya digunakan sebagai minyak goreng, tetapi juga menjadi bahan baku inti untuk industri kosmetik, farmasi, sabun, hingga program mandiri energi berbasis biodiesel (seperti B35/B40).
“Tanpa sawit dari Indonesia, defisit minyak nabati dunia tidak akan sanggup ditutup oleh komoditas lain. Harga-harga kebutuhan pokok di tingkat global akan melonjak drastis dan membakar inflasi di berbagai negara,” tegasnya.
Membentengi Kampanye Hitam dan Kedaulatan Nasional
Pernyataan keras ini sekaligus merespons berbagai kampanye negatif dan regulasi diskriminatif terhadap sawit Indonesia di pasar internasional, salah satunya regulasi deforestasi Uni Eropa (EUDR). Amran menegaskan bahwa dunia tidak bisa bersikap diskriminatif sambil terus bergantung pada hasil bumi Indonesia.
Pemerintah Indonesia terus berkomitmen memperkuat tata kelola sawit yang berkelanjutan (sustainable palm oil), sekaligus mengoptimalkan hilirisasi di dalam negeri agar posisi tawar Indonesia di mata internasional semakin kokoh.
“Kita ingin dunia menyadari bahwa keberadaan sawit Indonesia adalah penopang kehidupan jutaan manusia di planet ini. Jangan diskriminasi produk kita, karena ketika pasokan ini terganggu, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat dunia,” pungkas Amran.















