Menu ✖

Otomatis
FAKTA TERKINI

Fakta Utama

Kejagung Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Chromebook Rp.9,9 Triliun di Kemendikbudristek Era Nadiem Makarim

badge-check

Kejagung Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Chromebook Rp.9,9 Triliun di Kemendikbudristek Era Nadiem Makarim Perbesar

KLIKFAKTA38 – Jakarta, 3 Juni 2025 — Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung) tengah menyelidiki dugaan korupsi dalam pengadaan Chromebook senilai Rp9,9 triliun oleh Kemendikbudristek dan pendahulunya, Kemendikbud, selama periode 2019 hingga 2023.

Penyelidikan yang mencakup alokasi anggaran sebesar Rp.3,58 triliun dari Kemendikbudristek dan Rp.6,39 triliun dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Latar Belakang dan Temuan Awal

Program digitalisasi pendidikan ini awalnya dirancang untuk mendukung Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Namun, terdapat perubahan spesifikasi teknis dari sistem operasi Windows ke Chrome OS tanpa penjelasan yang jelas.

Padahal, uji coba sebelumnya oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) menunjukkan bahwa penggunaan Chromebook kurang efektif di daerah dengan akses internet terbatas

Penyelidikan dan Penggeledahanas

Kejagung telah memeriksa 28 saksi, termasuk dua mantan staf khusus Menteri Nadiem Makarim. Penggeledahan di apartemen mereka di Kuningan Place dan The Orchard Satrio @ Ciputra World 2 menghasilkan penyitaan berbagai dokumen dan perangkat elektronik. Kedua staf tersebut diduga memiliki latar belakang di McKinsey & Company dan Gojek.

Reaksi Publik dan Lembaga Pengawas

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menyatakan bahwa pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan mencatat bahwa program tersebut telah dihentikan selama masa jabatan Nadiem Makarim.

Sementara itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti bahwa spesifikasi Chromebook yang dipilih tidak tepat karena ketergantungan pada koneksi internet, yang masih menjadi kendala di banyak daerah.

Dugaan Keterlibatan Pihak Lain

Politikus Djoko Edhi Abdurrahman sebelumnya mengaitkan kasus ini dengan Luhut Binsar Pandjaitan, yang memiliki 51% saham di PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX), perusahaan yang menerima kontrak pengadaan 165.000 laptop senilai Rp.700 miliar dari Kemendikbudristek .

Kasus yang menambah daftar panjang dugaan korupsi dalam sektor pendidikan dan menyoroti pentingnya transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara. Publik menantikan hasil penyelidikan lebih lanjut dari Kejaksaan Agung dan langkah-langkah perbaikan sistem pengadaan di masa mendatang.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

BONGKAR SINTESIS KEJAHATAN FARMASI: Pabrik Tramadol Ilegal Beromzet Rp8 Miliar Sehari di Kopo Digerebek

28 Okt 2026 - 06:50 WIB

BONGKAR SINTESIS KEJAHATAN FARMASI: Pabrik Tramadol Ilegal Beromzet Rp8 Miliar Sehari di Kopo Digerebek

KPK Panggil Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Terkait Kasus Pemotongan Upah Pungut dan Pengadaan Barang

28 Okt 2026 - 06:43 WIB

KPK Panggil Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Terkait Kasus Pemotongan Upah Pungut dan Pengadaan Barang

BEM UI dan Koalisi Masyarakat Sipil Gelar Aksi Demonstrasi di Bundaran HI Hari Ini, Polisi Disiagakan dan Siapkan Rute Alternatif

28 Okt 2026 - 06:40 WIB

BEM UI dan Koalisi Masyarakat Sipil Gelar Aksi Demonstrasi di Bundaran HI Hari Ini, Polisi Disiagakan dan Siapkan Rute Alternatif

Desa Sidourip Pamerkan Inovasi “JELITA ECO TAMASIDU” di Lomba Desa Sehat Kabupaten Deli Serdang 2026

27 Okt 2026 - 22:08 WIB

Desa Sidourip Pamerkan Inovasi “JELITA ECO TAMASIDU” di Lomba Desa Sehat Kabupaten Deli Serdang 2026

Polres Nias Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Nias Barat, 31 Paket Seberat 44,62 Gram Diamankan

27 Okt 2026 - 16:45 WIB

Polres Nias Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Nias Barat, 31 Paket Seberat 44,62 Gram Diamankan
Trending di Fakta Utama