KLIKFAKTA38 – LAMPUNG SELATAN, KOMPAS — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda berada pada Level III (Siaga). Seiring dengan peningkatan aktivitas erupsi tersebut, masyarakat, wisatawan, serta nelayan dilarang keras mendekat dan beraktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat kawah aktif.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau mengonfirmasi bahwa rentetan erupsi masih terus terjadi dengan hembusan abu vulkanik berwarna kelabu hingga hitam pekat yang membubung ke udara. Lontaran material pijar, hujan abu lebat, hingga potensi aliran lava mengancam zona bahaya dalam radius steril tersebut.
“Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Kami memperingatkan dengan tegas kepada seluruh masyarakat, nelayan, dan wisatawan untuk mematuhi rekomendasi keselamatan dengan tidak memasuki atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi,” ujar Suwarno, petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, dalam keterangan resminya, Selasa (27/10/2026).
Selain larangan mendekati area 5 km dari pusat kawah, PVMBG juga menetapkan area steril radius 1 km dari daratan/pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau guna mengantisipasi lontaran batu pijar dan kontak material panas.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kawasan pesisir Lampung dan Banten meminta warga untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak termakan isu bohong (hoaks) mengenai potensi tsunami akibat aktivitas vulkanik ini. Warga diimbau terus memantau pembaruan informasi resmi yang dirilis secara berkala oleh PVMBG dan Badan Geologi.
Yuyun Iriyanti


















