Menu

Otomatis
FAKTA TERKINI

Fakta Utama

Kementerian HAM Tegaskan Sikap: Tolak Hukuman Mati, Sebut Hak Hidup Adalah Wewenang Tuhan

badge-check

Kementerian HAM Tegaskan Sikap: Tolak Hukuman Mati, Sebut Hak Hidup Adalah Wewenang Tuhan Perbesar

KLIKFAKTA38 – JAKARTA 26 Febuari 2026 – Kementerian HAM Tegaskan Sikap: Tolak Hukuman Mati, Sebut Hak Hidup Adalah Wewenang Tuhan. Dalam pernyataan terbaru yang disampaikan oleh pihak kementerian, ditekankan bahwa mencabut nyawa seseorang bukanlah otoritas manusia maupun negara, melainkan hak mutlak Sang Pencipta.

‎Poin Utama Pernyataan

‎Hak Kehidupan yang Absolut: Kementerian menyatakan bahwa hak untuk hidup adalah non-derogable right—hak yang tidak dapat dikurangi atau dicabut dalam kondisi apa pun.

‎Wewenang Transendental: “Hanya Tuhan yang memiliki wewenang untuk menentukan hidup dan matinya seseorang. Negara tidak boleh mengambil peran tersebut,” ujar perwakilan kementerian dalam diskusi publik di Jakarta.

‎Evaluasi Sistem Peradilan: Selain alasan teologis dan moral, kementerian juga menyoroti risiko irreversible error atau kesalahan peradilan yang tidak dapat diperbaiki jika seseorang terlanjur dieksekusi namun di kemudian hari terbukti tidak bersalah.

‎Perbandingan Pandangan Hukum di Indonesia

‎Saat ini, Indonesia masih mencantumkan hukuman mati dalam KUHP baru, namun dengan masa percobaan selama 10 tahun. Berikut adalah kontras pandangan yang berkembang:

‎AspekPandangan Pro-Hukuman MatiPandangan Kementerian HAM

‎TujuanEfek jera bagi pelaku kejahatan luar biasa.Rehabilitasi dan perbaikan diri pelaku.

‎LandasanKeadilan bagi korban dan keluarga.Kesucian hidup dan martabat manusia.

‎OtoritasKedaulatan hukum negara.Hak kodrati/Wewenang Tuhan.

Baca juga : HEADLINE: Era Baru Otomotif Nasional, Pabrik BYD Subang Resmi Mulai Produksi Mobil Listrik ‘Made in Indonesia’

‎Langkah Menuju Penghapusan

‎Pernyataan ini diprediksi akan memicu debat hangat di parlemen dan masyarakat luas, terutama di tengah upaya sinkronisasi aturan hukum nasional dengan standar HAM internasional. Kementerian HAM menyatakan akan terus mendorong dialog terbuka agar hukum di Indonesia lebih mengedepankan aspek kemanusiaan tanpa mengabaikan ketegasan terhadap kejahatan.

‎”Hukum seharusnya memperbaiki manusia, bukan memusnahkannya. Memberikan kesempatan untuk bertaubat adalah bentuk penghormatan kita terhadap nilai-nilai ketuhanan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Lahap Menyantap MBG, Halid Siswa Kelas 6B: “Sejak Ada MBG, Saya Tak Lagi Sarapan di Rumah”

12 Agu 2026 - 10:00 WIB

Lahap Menyantap MBG, Halid Siswa Kelas 6B: “Sejak Ada MBG, Saya Tak Lagi Sarapan di Rumah”

Hotman Paris Tegaskan Firdaus Bukan Bagian dari Tim Hotman 911

12 Agu 2026 - 04:46 WIB

Hotman Paris Tegaskan Firdaus Bukan Bagian dari Tim Hotman 911

Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia: Puluhan Gedung Roboh, Jumlah Korban Jiwa Terus Bertambah

12 Agu 2026 - 03:31 WIB

Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia: Puluhan Gedung Roboh, Jumlah Korban Jiwa Terus Bertambah

Mata Air Mata Wali Kota Banda Aceh Pecah Saat Menyaksikan Generasi Belia Terjerumus Prostitusi Online

12 Agu 2026 - 03:27 WIB

Mata Air Mata Wali Kota Banda Aceh Pecah Saat Menyaksikan Generasi Belia Terjerumus Prostitusi Online

Tampil Impresif di Mandalika, Wahyu Nugroho Sabet Podium Tertinggi ARRC 2026

12 Agu 2026 - 03:25 WIB

Tampil Impresif di Mandalika, Wahyu Nugroho Sabet Podium Tertinggi ARRC 2026
Trending di Fakta Utama