Gelar Training Center, Kwarcab Kota Mataram Siap Hadapi Jamnas XII 2026 di Cibubur

MATARAM – 16/5/2026 – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Mataram secara resmi membuka kegiatan Training Center (TC) atau Pemusatan Latihan bagi peserta Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (16–17 Mei 2026), bertempat di Bumi Perkemahan H. Moh. Ruslan, Pagutan Timur, Kota Mataram.

Pemusatan latihan ini diikuti oleh 32 orang peserta penggalang yang telah dinyatakan lolos seleksi. TC ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan kesiapan mental, fisik, karakter, serta keterampilan kepramukaan yang matang sebelum diberangkatkan menuju Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.

banner 325x300

Selama jalannya TC, peserta akan menginap dan mempraktikkan langsung manajemen perkemahan mandiri, menerima pembekalan materi wawasan kebangsaan, penguatan fisik, serta finalisasi persiapan penampilan seni budaya khas daerah yang akan dipentaskan di panggung Jamnas XII.

Dalam arahannya, Wakil Ketua (Waka) Bidang Bina Muda Kwarcab Kota Mataram, Muhajidin, menekankan pentingnya esensi kebersamaan selama masa training center. Ia membagikan refleksi bahwa di lokasi Jamnas nanti, para peserta akan dihadapkan pada berbagai dinamika, baik pengalaman yang menyenangkan maupun yang kurang menyenangkan. Oleh karena itu, kekompakan tim harus dipupuk kuat sejak dini.

Lebih lanjut, Muhajidin menggarisbawahi pentingnya kemandirian bagi peserta Jamnas. Ia berpesan agar seluruh peserta senantiasa memegang teguh satu prinsip hidup yang luhur dalam berinteraksi dengan sesama di perkemahan nasional nanti.

“Kemandirian adek-adek harus dilandasi prinsip: perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan, dan jangan pernah perlakukan orang lain sebagaimana kamu tidak ingin diperlakukan. Jika prinsip ini dipegang teguh, keharmonisan dan kedamaian di perkemahan akan selalu terjaga,” tutur Muhajidin.

Ia memotivasi peserta dengan mengutip sebuah hasil penelitian sosial mengenai mobilitas kehidupan. Berdasarkan penelitian tersebut, salah satu cara efektif untuk keluar dari zona kemiskinan adalah dengan menanamkan sikap yang tekun dan mandiri. Bahkan, riset membuktikan banyak orang-orang sukses yang berhasil dalam hidupnya karena sejak masa kecil sudah dibiasakan dan diberlakukan secara mandiri.

Tak hanya soal kemandirian fisik di lapangan, Muhajidin juga menyoroti pentingnya kemandirian digital di era modern. Ia mengajak para peserta Jamnas untuk berkompeten dan bijak dalam menggunakan media sosial maupun gawai (smartphone).

“Gunakan media secara kompeten. Idealnya, porsi isi HP itu cukup 30 persen saja untuk hal-hal lain seperti hiburan atau media sosial, sedangkan 70 persen sisanya harus diisi dengan hal-hal positif yang berkaitan dengan cita-cita dan masa depan adek-adek sekalian,” tegasnya.

Di akhir arahannya, Muhajidin mengingatkan bahwa Jamnas XII Cibubur adalah peluang emas yang tidak datang dua kali. Ia meminta 32 peserta utusan Kota Mataram tersebut untuk memanfaatkan momentum ini dengan memperbanyak jaringan pertemanan (networking) dengan anggota Pramuka dari seluruh penjuru Indonesia. Jaringan pertemanan yang luas yang dibangun sejak dini dinilai akan mempermudah jalan dan membuka berbagai peluang bagi masa depan mereka selanjutnya.

Melalui pemusatan latihan yang terukur dan pembekalan nilai-nilai hidup yang komprehensif dari para tokoh kepanduan daerah ini, Gerakan Pramuka Kota Mataram berkomitmen melahirkan kontingen yang solid, berkarakter, mandiri, dan siap mengukir prestasi serta menjaga nama baik daerah di kancah nasional. (Red)