Bareskrim Polri Tangkap Kasat Narkoba Polres Tangsel Terkait Penyalahgunaan Obat Bius Etomidate

KLIKFAKTA38 – JAKARTA — Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri melakukan penindakan tegas terhadap jajaran internal kepolisian. Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba) Polres Tangerang Selatan (Tangsel), AKP Pardiman, beserta sejumlah anggotanya ditangkap atas dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika jenis Etomidate.

Pengungkapan kasus ini dipimpin oleh tim gabungan Subdit IV dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, mengonfirmasi bahwa penindakan ini dilakukan sebagai komitmen bersih-bersih di tubuh kepolisian tanpa tebang pilih.

banner 325x300

“Polri tegas dan berkomitmen untuk memberantas narkoba, termasuk ke internal Polri. Siapa pun yang mencoba-coba harus menanggung risikonya,” ujar Brigjen Pol Eko Hadi Santoso [27/07/2026].

Kronologi Ringkas & Penanganan Perkara

Pihak Teramankan: AKP Pardiman (Kasat Resnarkoba Polres Tangsel) bersama lima perwira unit/tim khusus Satresnarkoba Polres Tangsel lainnya.

Pengalihan Proses Etik & Pidana: Para personel tersebut telah diserahkan ke Subdit Paminal Bidpropam Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait pelanggaran kode etik maupun dugaan pidana.

Modus Operandi: Diduga terjadi penyalahgunaan wewenang serta penyalahgunaan substansi Etomidate yang dikonsumsi secara ilegal.

Baca juga: KPK Tetapkan Kepala Bea Cukai Kediri Gatot Heroe Tersangka Suap Impor Rp91 Miliar

Mengenal Etomidate: Fungsi Medis dan Bahaya Penyalahgunaannya

Penggunaan Etomidate dalam kasus ini menyita perhatian publik karena zat tersebut dikategorikan sebagai narkotika Golongan II. Berikut fakta dan risiko kesehatan terkait Etomidate:

1. Apa Itu Etomidate?

Etomidate merupakan obat anestesi (pembius) intravena bertipe non-barbiturat yang bekerja cepat dengan durasi pendek. Dalam dunia medis, Etomidate umumnya digunakan oleh dokter spesialis anestesi untuk induksi pembiusan umum sebelum tindakan operasi atau prosedur medis darurat.

2. Modus Penyalahgunaan Modern

Di luar prosedur medis, zat Etomidate kerap disalahgunakan dengan cara dicampurkan ke dalam cairan rokok elektrik (liquid vape). Metode inhalasi ini memberikan efek sedatif mendadak yang dicari oleh penggunanya secara ilegal.

3. Dampak Bahaya bagi Tubuh

Konsumsi Etomidate tanpa pengawasan ketat medis menyimpan risiko kesehatan fatal:

Penekanan Fungsi Adrenal: Etomidate menghambat pembentukan hormon kortisol dan aldosteron, yang berpotensi memicu krisis adrenal (penurunan tekanan darah ekstrem, lemas hebat, hingga syok).

Depresi Pernapasan: Keracunan atau dosis berlebih dapat memperlambat hingga menghentikan pernapasan secara mendadak.

Gangguan Otak & Kesadaran: Menyebabkan pusing berat, disorientasi, hilangnya kontrol motorik, hingga koma.

 

 

 

Penulis: Yuyun IriyantiEditor: Hengki Revandi