KLIKFAKTA38 – BANDA ACEH — Seorang anggota Polisi Militer TNI (POM TNI) Pratu Galuh Nugraha dilaporkan tewas tertembak dalam sebuah operasi pengejaran terhadap oknum anggota Brimob yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Aceh.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden berdarah tersebut terjadi didepan SPBU, Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Sabtu, 25 Juli 2026. Peristiwa bermula ketika tim gabungan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap oknum Brimob yang telah lama menjadi target operasi (TO) terkait dugaan peran sebagai bandar narkoba.
Saat hendak ditangkap, terduga pelaku mencoba melarikan diri menggunakan kendaraan. Tim yang terdiri dari unsur TNI dan kepolisian segera melakukan pengejaran. Namun, di tengah aksi kejar-kejaran tersebut, oknum Brimob terduga bandar narkoba melepaskan tembakan ke arah petugas yang mengejarnya.
Tembakan tersebut mengenai salah satu personel POM TNI yang berada di barisan depan pengejaran. Korban mengalami luka tembak serius di bagian [lokasi luka, misal: dada/kepala] dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, naas, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Letkol Arh Noor Iskak membenarkan adanya insiden gugurnya salah satu prajurit terbaik POM TNI tersebut.
Baca juga: Duka di Pantura: Pasca-Tragedi Kecelakaan Maut Indramayu yang Menewaskan 13 Orang
Sementara itu, pihak Kepolisian Daerah (Polda) Aceh melalui Kabid Humas Kombes Pol Joko Krisdiyanto pada tanggal 26 Juli 2026 menegaskan tidak akan mentolerir tindakan pidana maupun pembangkangan hukum yang dilakukan oleh anggotanya. Oknum Brimob yang melarikan diri kini sedang dalam pengejaran intensif oleh tim pemburu gabungan TNI-Polri.
“Kami sangat berduka atas gugurnya rekan kita dari POM TNI. Kami menegaskan tidak ada tempat bagi pimpinan maupun anggota yang terlibat narkoba. Pengejaran sedang dilakukan secara maksimal, dan yang bersangkutan akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas perwakilan Polda Aceh.
Saat ini, jenazah korban telah disemayamkan dan rencananya akan dimakamkan secara militer di tanah kelahirannya. Lokasi kejadian perkara (TKP) juga telah dipasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan dan olah TKP lanjutan oleh tim laboratorium forensik.
Kasus ini menjadi perhatian serius dari jenderal tertinggi kedua instansi, mengingat pentingnya Sinergitas TNI-Polri dalam memberantas peredaran gelap narkotika di tanah air.














