Duka di Pantura: Pasca-Tragedi Kecelakaan Maut Indramayu yang Menewaskan 13 Orang

KLIKFAKTA38 – INDRAMAYU, 26 Juli 2026 — Suasana duka masih menyelimuti Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, pasca-insiden kecelakaan maut yang melibatkan mobil pikap (bak terbuka) pengangkut rombongan pengantin dan truk di Jalur Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, pada Minggu (12/7) lalu.

Insiden berdarah yang merenggut hingga 13 korban jiwa tersebut memicu respons cepat dari kepolisian, pemerintah daerah, hingga sorotan tajam mengenai keselamatan transportasi publik di kawasan Jalur Pantura.

banner 325x300

1. Suasana Duka dan Penanganan Korban

Mayoritas korban jiwa merupakan rombongan warga Desa Cempeh yang baru saja selesai menghadiri acara hajatan pernikahan di Desa Parean, Kandanghaur. Dari total belasan penumpang yang berada di atas mobil pikap, 13 orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi maupun setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di RS Bhayangkara Losarang dan RS Mitra Plumbon Widasari.

Isak tangis keluarga dan tetangga mewarnai proses pemakaman massal para korban di TPU setempat. Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama dengan PT Jasa Raharja bergerak cepat untuk memvalidasi data korban guna penyaluran santunan duka cita bagi seluruh keluarga yang ditinggalkan.

2. Olah TKP Metode TAA dan Penyelidikan Kepolisian

Tim gabungan dari Polres Indramayu, Ditlantas Polda Jawa Barat, hingga Korlantas Polri telah terjun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas menggunakan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA) berbasis pemindaian 3D untuk merekonstruksi secara presisi kronologi terjadinya tabrakan fatal.

Baca juga: Bentrok Kelompok Warga di Jalan Tambak Menteng Pecah, Satu Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Berdasarkan penyelidikan awal:

Skenario Kejadian: Mobil pikap yang melaju membawa belasan penumpang berniat melakukan U-turn (putar balik) di putaran Kiajaran Kulon.

Bentrokan Fatal: Pada saat bersamaan, truk yang melaju searah dari arah belakang menghantam bagian samping kendaraan pikap hingga terdorong dan terpental menghantam kendaraan lain di sekitarnya.

Saksi Diperiksa: Polisi telah mengamankan barang bukti kendaraan serta memeriksa sejumlah saksi kunci, termasuk para pengemudi truk yang terlibat.

3. Sorotan Penggunaan Mobil Bak Terbuka untuk Penumpang

Pasca-kejadian, kepolisian menyoroti tajam kebiasaan warga yang masih kerap menggunakan kendaraan bak terbuka (pick-up) sebagai angkutan penumpang.

Catatan Kepolisian: Penumpang yang berada di bak terbuka tidak memiliki pelindung keselamatan (seperti sabuk pengaman atau kabin tertutup). Saat terjadi benturan keras, risiko fatalitas sangat tinggi karena penumpang rentan terpental keluar ke badan jalan.

Pihak kepolisian menegaskan akan memperketat razia serta sosialisasi penindakan terhadap kendaraan bak terbuka yang nekat mengangkut orang di sepanjang koridor Pantura guna mencegah terulangnya tragedi serupa.

 

 

Penulis: Yuyun IriyantiEditor: Hengki Revandi