KLIKFAKTA38 – AROSUKA, KOMPAS / Liputan — Bencana banjir bandang (galodo) menerjang kawasan Arosuka, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Banjir yang membawa material lumpur pekat, bebatuan, dan gelondongan kayu tersebut menerjang kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok serta memutus akses lalu lintas utama yang menghubungkan Padang dan Solok.
Satu Jembatan Putus, Jalur Utama Ditutup
Arus deras yang meluap dari sungai di sekitar kawasan pusat pemerintahan setempat merendam sejumlah kantor dinas dan rumah warga di pemukiman sekitar. Laporan awal mencatat setidaknya satu jembatan penghubung mengalami kerusakan fatal/putus akibat diterjang material kayu dan batu yang terbawa arus.
Akibat tingginya endapan lumpur dan gelondongan kayu yang menutup badan jalan, pihak kepolisian dan BPBD memberlakukan penutupan total pada jalur nasional Padang–Solok demi keselamatan pengguna jalan. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Hujan Deras dan Luapan Sungai
Peristiwa mendadak ini dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi dan badai yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak sore hari. Luapan debit air sungai yang melintas di sekitar kompleks perkantoran Pemkab Solok meluber secara mendadak selepas waktu isya dan langsung merangsek ke area perkantoran serta jalan raya.
Tim Gabungan Fokus Evakuasi
Petugas gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Solok, Tim SAR Padang, TNI, Polri, Damkar, Satpol PP, hingga Dishub disiagakan dan diterjunkan langsung ke lokasi untuk melalukan penanganan darurat.
“Kami bersama seluruh personel gabungan sedang berada di lokasi untuk fokus melalukan pemantauan, penyisiran, dan evakuasi warga,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Solok.
Hingga Senin malam, tim gabungan masih melalukan pendataan resmi terkait total kerugian material maupun potensi korban jiwa. Laporan sementara mencatat petugas sedang berupaya mengevakuasi sejumlah warga yang sempat terjebak di sekitar kawasan terdampak.
Masyarakat dan para pengguna jalan diimbau untuk mematuhi arahan petugas di lapangan, menghindari area terdampak bencana, serta menggunakan jalur alternatif hingga pembersihan material banjir selesai dilakukan.
Yuyun Iriyanti


















