KLIKFAKTA38 – BOGOTA — Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026) pagi waktu setempat. Bencana ini menyebabkan puluhan bangunan runtuh, kerusakan infrastruktur parah, serta menelan puluhan korban jiwa dan luka-luka.
Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dan Badan Geologi Kolombia, pusat gempa tercatat berada di dekat kotamadya San José del Palmar, Departemen Chocó, dengan kedalaman sekitar 96 hingga 107 kilometer. Guncangan kuat yang berlangsung hingga dua menit tersebut dirasakan secara meluas di berbagai kota besar seperti Cali, Pereira, Manizales, Medellín, hingga ibu kota Bogotá, serta memicu getaran di negara tetangga seperti Ekuador, Panama, dan Venezuela.
Dampak Kerusakan dan Korban Jiwa
Laporan resmi pemerintah daerah dan lembaga penanggulangan bencana mengonfirmasi sedikitnya puluhan orang meninggal dunia, dengan angka yang terus bertambah seiring penyisiran di lokasi reruntuhan:
Kota Pereira & Manizales: Kerusakan berat dialami kota Pereira dengan puluhan korban jiwa tewas akibat tertimpa puing bangunan, termasuk kerusakan pada fasilitas Bandara Internasional Matecaña. Di Manizales, puluhan rumah hancur serta salah satu menara Katedral Basilica mengalami kerusakan parah.
Kota Cali: Wali Kota Cali, Alejandro Eder, mengonfirmasi sedikitnya 20 hingga 25 struktur bangunan roboh total maupun parsial, menjebak sejumlah warga di bawah puing-puing bangunan.
Departemen Chocó: Sebagai wilayah terdekat dengan pusat gempa, wilayah Chocó mencatat puluhan warga luka-luka dan kerusakan masif pada permukiman warga serta fasilitas publik di ibu kota wilayah, Quibdó.
Selain itu, otoritas penerbangan sipil Kolombia sempat menghentikan sementara operasional sedikitnya enam bandara di wilayah terdampak—termasuk Pereira, Manizales, Quibdó, Armenia, Cartago, dan Buenaventura—guna memeriksa kondisi kelayakan landasan dan terminal.
Respon Darurat dan Imbauan Pemerintah
Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella, menyatakan pemerintah pusat mengambil alih langsung koordinasi penanganan tanggap darurat nasional. Tim pencari dan penyelamat (SAR) gabungan bersama pemadam kebakaran dan militer telah dikerahkan ke titik-titik lokasi bangunan runtuh untuk mengevakuasi korban yang masih tertimbun.
“Negara hadir dan bergerak cepat mengambil tindakan penyelamatan secara menyeluruh,” tegas De la Espriella.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan (aftershocks) yang beberapa di antaranya telah tercatat hingga kekuatan M 5,0. Warga yang berada di bangunan retak atau struktur tidak stabil diminta untuk segera mengungsi ke area terbuka.
Yuyun Iriyanti






















