KLIKFAKTA38 – SAMARINDA, 22 April 2026 – Kekecewaan menyelimuti ratusan demonstran yang memadati depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur hari ini. Pasalnya, Gubernur Kalimantan Timur terpilih sekaligus tokoh politik Kaltim, Rudy Mas’ud, dilaporkan tidak bersedia menemui massa aksi hingga barisan pendemo membubarkan diri.
Kronologi Kejadian
Aksi yang dimulai sejak pukul 10.00 WITA tersebut awalnya berjalan kondusif. Massa datang membawa sejumlah tuntutan terkait isu lingkungan dan transparansi kebijakan daerah. Sepanjang orasi, para koordinator lapangan (Korlap) secara bergantian mendesak agar Rudy Mas’ud keluar menemui mereka untuk melakukan audiensi terbuka.
Namun, hingga siang hari, pihak protokoler maupun perwakilan dari kantor gubernur menyebutkan bahwa yang bersangkutan memiliki agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan.
”Kami hanya ingin kejelasan dan komitmen langsung, bukan lewat perantara. Sangat disayangkan pemimpin yang kita pilih justru terkesan menutup diri dari suara rakyatnya sendiri,” ujar salah satu orator aksi di atas mobil komando.
Meninggalkan Lokasi Setelah Steril
Hal yang memicu kemarahan massa adalah informasi bahwa Rudy Mas’ud baru meninggalkan gedung atau beraktivitas keluar setelah situasi dinyatakan steril oleh pihak keamanan. Begitu massa membubarkan diri karena batas waktu aksi telah habis, iring-iringan kendaraan yang diduga membawa sang Gubernur tampak meninggalkan lokasi melalui pintu belakang.
Poin-poin Utama Kekecewaan Massa:
Ketidakhadiran Fisik: Tidak ada upaya dialog langsung di lapangan.
Komunikasi Tertutup: Aspirasi hanya diterima oleh staf ahli, bukan pengambil kebijakan utama.
Respon Pasca-Aksi: Kesan “menunggu massa bubar” dianggap sebagai bentuk antipati terhadap demokrasi jalanan.
Baca juga: Hengki Revandi Resmi Nahkodai Redaksi KLIKFAKTA38, Bawa Misi Transformasi Digital
Tanggapan Pihak Terkait
Hingga berita ini diturunkan, pihak humas maupun tim sukses Rudy Mas’ud belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan spesifik penolakan menemui massa. Namun, sumber internal menyebutkan adanya potensi gangguan keamanan dan padatnya jadwal protokoler sebagai alasan utama.
Aksi ini berakhir pada pukul 16.30 WITA dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Meski massa telah bubar, para aktivis mengancam akan kembali membawa gelombang massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tetap tidak digubris oleh orang nomor satu di Kaltim tersebut.











